Inggris Buka Koridor Perjalanan untuk 59 Negara Tanpa Karantina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Toby Melville]

    Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Toby Melville]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris membuka koridor perjalanan untuk pengunjung dari 59 negara dan wilayah tanpa karantina setelah negara itu mencabut lockdown dan menutup perbatasannya.

    Pemerintah Inggris mengatakan pada Jumat, koridor perjalanan akan dibuka kembali mulai 10 Juli, menurut Reuters, 4 Juli 2020. Namun, negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Portugal dikeluarkan dari daftar negara yang diizinkan masuk. Indonesia juga tidak dimasukkan dalam daftar dan hanya Vietnam satu-satunya negara Asia Tenggara yang dibebaskan dari aturan karantina.

    Orang-orang yang tiba di Inggris dari negara yang tidak ada dalam daftar akan terus diminta untuk karantina selama 14 hari sejak kedatangan.

    Daftar negara-negara dalam daftar dapat dilihat di situs www.gov.uk.

    "Pemerintah yakin bahwa sekarang aman untuk melonggarkan langkah-langkah ini di Inggris dan telah memperkenalkan koridor perjalanan untuk beberapa negara dan wilayah," kata Departemen Transportasi Inggris, dikutip dari CNN.

    "Ini berlaku untuk semua perjalanan ke Inggris, dengan kereta api, feri, bus, udara atau rute lainnya," kata Departemen Transportasi.

    Pemerintah Inggris diperkirakan akan menunjuk Amerika Serikat sebagai tujuan wisata "daftar merah" karena khawatir memiliki tingkat infeksi sangat tinggi, kata Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps pada Jumat.

    "Di sini, kami dapat mengendalikan semuanya, tetapi kami tahu bahwa (virus) masih mengamuk di beberapa bagian dunia...jadi saya khawatir ada daftar merah," kata Shapps kepada BBC Radio 4.

    "AS, dari tahap yang sangat awal, melarang penerbangan dari Inggris dan dari Eropa, jadi tidak ada pengaturan timbal balik," ujarnya.

    Amerika Serikat memiliki jumlah kasus virus corona dan kematian tertinggi di dunia, dengan lebih dari 2,7 juta kasus yang dikonfirmasi dan jumlah kematian lebih dari 128.000, menurut angka dari Universitas Johns Hopkins.

    Lebih dari 52.000 kasus baru virus AS dilaporkan pada hari Kamis melampaui lonjakan kasus 24 jam sehari sebelumnya.

    Sementara kedatangan dari negara-negara yang ditunjuk tidak akan diminta untuk mengisolasi diri sendiri pada saat kedatangan ke Inggris, pemerintah telah mengkonfirmasi bahwa pelancong dari Inggris harus mematuhi persyaratan virus corona di negara tujuan tempat mereka bepergian.

    Misalnya, meski Selandia Baru masuk dalam daftar koridor penerbangan pemerintah Inggris, warga Inggris wajib untuk karantina selama 14 hari begitu tiba di Selandia Baru. Yunani, yang juga ada dalam daftar, telah melarang penerbangan dari Inggris hingga 15 Juli.

    Untuk saat ini, yang disebut koridor perjalanan hanya akan berlaku untuk Inggris, dengan informasi untuk perjalanan ke Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara akan diterbitkan pada waktunya, kata pemerintah Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.