Menyusul Inggris dan Prancis, Jerman Pidanakan Pelaku Upskirting

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Perempuan Pakai Rok Mini. shutterstock.com

    Ilustrasi Perempuan Pakai Rok Mini. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerman akan menjatuhkan sanksi pidana kepada setiap orang yang mengambil foto atau memfilmkan bagian bokong ke bawah atau upskirting tanpa izin.

    Siapa saja yang melanggar aturan ini akan dihukum penjara maksimal 2 tahun dan membayar denda.

    Upskirting kini meningkatkan kekhawatiran di banyak negara menyusul semakin majunya kamera telepon seluler.

    Dalam beberapa kasus, foto-foto atau video upskirting dibagikan ke situs-situs porno, media sosial atau platform lainnya.

    Jerman menyusul Inggris dan Prancis yang tahun 2018 telah memberlakukan upskirting sebagai tindakan kriminal.

    "Memotret dari bawah rok atau bagian bawah rok wanita merupakan tindakan tak tahu malu yang mencederai privasi nya,yang akan dihukum di masa depan," kata Christine Lambrect, Menteri Kehakiman Jerman sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

    Dua tahun lalu, dua perempuan Jerman meminta untuk mengkriminalkan kegiatan upskirting melalui petisi.

    Kedua perempuan itu, Hanna Seidel seorang mahasiswa jurusan perfilman dan Ida Sassenberg seorang jurnalis terinspirasi aktivis Inggris, Gina Martin yang mengkampanyekan praktek kejahatan upskirting di Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.