Virus Corona, Anak-anak di Inggris Kembali ke Sekolah September

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duchess of Cambridge Kate Middleton bermain bersama anak-anak saat mengunjungi London Early Years Foundation (LEYF) Stockwell Gardens Nursery dan Pra-sekolah di Inggris, 29 Januari 2020. Phil Harris/Pool via REUTERS

    Duchess of Cambridge Kate Middleton bermain bersama anak-anak saat mengunjungi London Early Years Foundation (LEYF) Stockwell Gardens Nursery dan Pra-sekolah di Inggris, 29 Januari 2020. Phil Harris/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua anak-anak di Inggris akan kembali bersekolah pada September 2020. Pengumuman itu disampaikan beberapa pekan setelah perselisihan perlu tidaknya aturan pembatasan gerak terkait virus corona dicabut.

    Pemerintah Inggris awalnya ingin murid-murid kembali bersekolah sebelum libur musim panas pada Juli ini, namun dipaksa untuk merevisi rencananya setelah muncul kekhawatiran dari serikat guru dan orang tua murid. Otoritas lokal mengatakan akan sulit meminta anak-anak menjaga social distancing sampai dua meter dan banyak sekolah harus memangkas jumlah murid dalam kelas karena tak banyak cukup ruangan.

    Penerapan lockdown di Inggris memungkinkan Pemda setempat mengecat Abbey Road, jalanan yang diangkat jadi judul album ke-11 The Beatles. Foto: Leon Neal/Getty Images/CNN Travel

    Untuk aturan social distancing dua meter, sekarang sudah dipersempit menjadi satu meter karena tekanan dari pelaku usaha karena kesulitan menjalaninya atau mereka lebih baik tutup. Kritis tentang kelanjutan sekolah yang mulai ditutup pada Maret 2020, sudah semakin meningkat, khususnya karena belajar online banyak sekali merugikan keluarga miskin.

    “Ini penting sekali memastikan ada ada anak yang kehilangan lebih banyak waktu dalam pendidikan,” kata Menteri Pendidikan Inggris, Gavin Williamson, seperti dikutip dari english.alarabiya.net.

    Sekolah dan kampus di Inggris harus bekerja sama dengan anggota keluarga untuk memastikan adanya absensi atau kehadiran rutin terhitung mulai dari tahun ajaran baru. Kehadiran ini telah menjadi sebuah kewajiban.

    Inggris telah menjadi sebuah negara di Eropa dengan kasus virus corona hampir 44 ribu kasus atau tertinggi di Benua Biru dan terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazil. Kasus infeksi harian rata-rata sudah berkurang sehingga sektor pariwisata, perhotelan dan budaya di Inggris pada pekan ini sudah bisa buka kembali.

    Akan tetapi untuk wilayah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, pelonggaran aturan ruang gerak masyarakat ini adalah tanggung jawab masing-masing pemerintah daerah tersebut, termasuk mencabut kebijakan lockdown. Mereka juga bertanggung jawab untuk kebijakan dibidang pendidikan dan menentukan tanggal masuk sekolah. Untuk anak-anak yang usianya lebih muda, mereka sudah kembali bersekolah bulan lalu.

    Pemerintah Inggris sekarang ini masih focus memerangi wabah virus corona. Pada pekan ini, Inggris memerintahkan dilakukan shutdown dan pembatasan ruang gerak masyarakat untuk wilayah Leicester dan Inggris pusat setelah ada gelombang kenaikan virus corona.

    Menteri Pendidikan Williamson mengatakan pengetatan protocol kesehatan di sekolah-sekolah bisa dilakukan jika muncul wabah virus corona di area tertentu. Akan tetapi jika tidak ada bukti baru, surat pemberitahuan lebih lanjut tidak akan diterbitkan  

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.