Amerika dan Korsel Sepakat Bertemu Bahas Isu Nuklir Korea Utara

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana latihan militer Korea Selatan di zona demiliterisasi, perbatasan dengan Korea Utara, di Paju, 22 Juni 2020. Yonhap via REUTERS

    Suasana latihan militer Korea Selatan di zona demiliterisasi, perbatasan dengan Korea Utara, di Paju, 22 Juni 2020. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Buntunya pembahasan denuklirisasi dengan Korea Utara mendorong pemerintah Amerika dan Korea Selatan untuk bertemu dan membahas langkah selanjutnya. Rencananya, perwakilan Amerika dan Korea Selatan akan bertemu pada Selasa pekan depan.

    "Deputi Sekretaris Menteri Luar Negeri, Stephen Biegun, yang memimpin negosiasi dengan Korea Utara, akan menjadi salah satu diplomat yang mewakili Amerika," ujar salah satu pejabat pemerintah Amerika, yang enggan disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat, 3 Juli 2020.

    Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2018, Amerika dan Korea Selatan terus mengupayakan kesepakatan denuklirisasi dengan Korea Utara. Presiden Amerika Donald Trump bahkan sampai bertemu dengan Pemimpin Agung Korea Utara, Kim Jong Un, untuk memastikan kata mufakat bisa didapat.

    Pertemuan pertama tidak berujung hasil. Ketiga negara buntu mencari solusi. Pembahasan kemudian dilanjutkan sebanyak tiga kali di tahun 2019. Hasilnya sama, tetap tidak ada kesepakatan denuklirisasi. Walau begitu, Korea Utara sepakat untuk terus membuka kemungkinan program nuklir mereka dihentikan dan negosiasi ulang.

    Tahun 2020, pembahasan denuklirisasi mencapai titik terendahnya. Hal itu dipicu konflik inter-Korea terkait isu pembelot Korea Utara. Korea Utara marah besar dengan Korea Selatan karena gagal mencegah para pembelot mengirim bantuan dan propaganda anti-Pyongyang. Sejak saat itu, pembahasan denuklirisasi tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan berhasil.

    Stephen Biegun tidak mengkonfirmasi bahwa dirinya yang akan mewakili Amerika dalam pembahasan nuklir Korea Utara. Namun, ia mengakui bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat perkembangan signifikan. Sayangnya, kata ia, pandemi Corona mempersulit kemungkinan Korea Utara, Korea Selatan, dan Amerika berkumpul bersama.

    Secara terpisah, mantan penasehat keamanan Amerika, John Bolton, mengatakan bahwa Trump sudah merencanakan pertemuan lagi dengan Kim Jong Un. Adapun Trump, kata John Bolton, menginginkan pertemuan berlangsung di bulan Oktober, sebulan sebelum Pilpres Amerika.

    "Ia akan menyebutnya sebagai 'Kejutan Oktober'," ujar John Bolton. Ucapan Bolton senada dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, yang menginginkan Trump dan Kim Jong Un bertemu lagi sebelum Pilpres Amerika.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.