AS Belum Beri Lampu Hijau, Israel Tunda Caplok Tepi Barat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran membawa poster bertuliskan

    Demonstran membawa poster bertuliskan "Palestinians Lives Matter" saat memprotes rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki Israel, di Tel Aviv, Israel, Sabtu, 6 Juni 2020. Ribuan warga Israel hadiri demo menentang rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi tanah yang dihuni warga Palestina. REUTERS/Amir Cohen

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel menunda pencaplokan Tepi Barat dalam beberapa pekan ke depan karena Washington, Amerika Serikat belum memberikan lampu hijau.

    Kabinet dijadwalkan mengadakan diskusi tentang aneksasi ini kemarin, 1 Juli 2020. Amerika Serikat merupakan sekutu terdekat Israel yang merestui aneksasi wilayah yang diklaim Palestina.

    Seperti dilaporkan Reuters, para pemimpin eksekutif dan parlemen Israel sepakat pada Mei lalu untuk memperluas wilayah Israel hingga ke pemukiman Yahudi dan Lembah Yordan di Tepi Barat berkoordinasi dengan Washington.

    Namun Washington belum memberikan persetujuan atas manuver Israel yang dilakukan di bawah proposal perdamaian yang disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu.

    "Saya pikir hal ini akan terjadi dalam beberapa pekan atau beberapa bulan ke depan, namun saya tidak memiliki detilnya," kata Yuval Steinitz, anggota Partai Likud yang menjadi partai pendukung utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

    Cetak biru perdamaian antara Palestina dan Israel yang diusulkan Presiden Trump ditolak oleh Palestina karena Israel mengklaim 30 persen wilayah Tepi Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.