Unggah Foto Tanpa Izin, Trump Kena Tegur Twitter Lagi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump ketika menyampaikan pidato kampanye pemilihan ulang pertamanya dalam beberapa bulan di tengah wabah penyakit virus corona, di BOK Center di Tulsa, Oklahoma, AS, 20 Juni 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    Presiden AS Donald Trump ketika menyampaikan pidato kampanye pemilihan ulang pertamanya dalam beberapa bulan di tengah wabah penyakit virus corona, di BOK Center di Tulsa, Oklahoma, AS, 20 Juni 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah Presiden Amerika Donald Trump dengan Twitter tidak ada habis-habisnya. Kali ini ia kena tegur lagi karena mengunggah foto tanpa seizin pemilik aslinya. Adapun foto yang ia unggah adalah foto milik New York Times.

    Dikutip dari Reuters, tweet Trump yang dipermasalahkan ada tweet tertanggal 30 Juni. Tweet itu berupa meme yang dibuat menggunakan foto New York Times yang kemudian ditambahkan tulisan "Kenyataannya, mereka tidak mengincarku. Mereka mengincarmu dan saya kebetulan ada di tengah-tengah".

    "Foto ini telah dihapus atas permintaan dari pemegang asli hak cipta," ujar Twitter sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 2 Juli 2020.

    Apabila ditarik mundur, Trump mulai rutin berurusan dengan Twitter sejak bulan Mei lalu. Hal itu dipicu tweet Trump tentang konspirasi pembunuhan yang melibatkan mantan anggota Kongres Amerika, Joe Scarborough.

    Sejak saat itu, ada banyak tweet Trump yang kena semprit Twitter. Ia pernah diberi label tidak akurat, memanipulasi produk media, hingga dianggap menyesatkan publik. 

    Masalah Trump tidak hanya di Twitter saja. Di Facebook, beberapa pekan lalu, tim suksesnya juga kena tegur karena menggunakan materi yang dianggap mewakili unsur ujaran kebencian. Kala itu, tim sukses Trump mengunggah postingan denga logo tahanan politik yang digunakan oleh Nazi. 

    Sebagai respon atas berbagai teguran yang ia terima di media sosial, Trump mengancam akan mencabut perlindungan hukum terhadap penyedia platform media sosial. Saat ini, penyedia platform media sosial terlindung dari segala perkara hukum terkait konten yang diunggah penggunanya. 

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.