Jerman Mau Bubarkan Pasukan Elit karena Ekstremis Sayap Kanan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan elit komando militer Jerman, Kommando Spezialkrfte atau KSK, sedang membidik target berjarak 500 meter, dan menunggu arahan dari instruktur International Special Training Centre untuk menembak target, 18 August 2006.[wikimedia.org/www.army.mil]

    Pasukan elit komando militer Jerman, Kommando Spezialkrfte atau KSK, sedang membidik target berjarak 500 meter, dan menunggu arahan dari instruktur International Special Training Centre untuk menembak target, 18 August 2006.[wikimedia.org/www.army.mil]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri pertahanan Jerman berencana membubarkan unit pasukan elit militer Jerman, Kommando Spezialkräfte (KSK), karena terlibat ekstremis sayap kanan.

    Didirikan pada tahun 1996, reputasi KSK ternoda pada tahun 2003 ketika komandannya dipaksa pensiun dini setelah dituduh dekat dengan ekstremis sayap kanan. Preseden ini terus membayangi unit elit KSK.

    Pada bulan Mei, polisi menyita senjata, bahan peledak dan amunisi selama penggerebekan di properti pribadi seorang prajurit KSK di negara bagian timur Saxony. Ada beberapa insiden sayap kanan baru-baru ini ditemukan di unit itu, menurut dokumen kementerian pertahanan Jerman, dikutip dari Reuters, 1 Juli 2020.

    "Kompi kedua akan dibubarkan," tulis Sekretaris Menteri Pertahanan Jerman Peter Tauber dalam dokumen itu.

    "Analisis peristiwa terkini dan kasus ekstremis sayap kanan memperjelas...bahwa KSK, setidaknya di beberapa daerah, telah independen dalam beberapa tahun terakhir, di bawah pengaruh pemikiran yang tidak sehat tentang pasukan elit oleh para pemimpin individu."

    Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer tiba untuk rapat kabinet mingguan di Kanselir di Berlin, Jerman 17 Juni 2020. [Tobias Schwarz / Pool via REUTERS]

    Dikutip dari CNN, surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) juga mengungkapkan rincian rencana pada hari Selasa.

    FAZ mengatakan bahwa unit itu akan dibubarkan sebagian, setelah akumulasi insiden dan peningkatan ekstremis sayap kanan di unit itu, dan sekitar 70 tentara di dalamnya akan terdampak.

    Pada bulan Juni, seorang kapten KSK meminta Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer untuk campur tangan dalam surat 10 halaman di mana ia menuduh instruktur dan komando senior di unit menumbuhkan pengaruh sayap kanan.

    Menteri Annegret Kramp-Karrenbauer juga menggambarkan unit KSK memiliki kepemimpinan yang meracuni ideologi ekstremis sayap kanan.

    Jerman sedang berusaha membendung peningkatan ideologi sayap kanan. Pada bulan Februari, seorang rasis berusia 43 tahun menembak mati sembilan orang dengan latar belakang imigran di kota Hanau sebelum membunuh ibu dan dirinya sendiri.

    Sebagai bagian dari tindakan keras Kramp-Karrenbauer terhadap sayap kanan, operasi KSK akan dipindahkan ke unit lain sejauh mungkin dan latihan unit komando dan upaya kerja sama internasional akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Pasukan KSK Jerman dibentuk untuk menjadi 1.000 personel tetapi tidak pernah mencapai angka tersebut karena tes seleksi yang sulit.

    Unit KSK adalah komando terpadu untuk pasukan khusus Angkatan Darat Jerman, yang dibentuk pada 1990-an untuk menjadi satuan setara dengan Komando Operasi Khusus AS, menurut Janes, sebuah perusahaan analisis pertahanan, dikutip dari CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.