Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menteri Israel Bilang Ini Soal Aneksasi Tepi Barat

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Tentara Israel berjalan selama bentrokan dengan Palestina di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki 10 Desember 2018. [REUTERS / Mohamad Torokman]
Tentara Israel berjalan selama bentrokan dengan Palestina di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki 10 Desember 2018. [REUTERS / Mohamad Torokman]
Iklan

TEMPO.CO, Yerusalem – Menteri Pendidikan Tinggi Israel, Zeev Elkin, mengatakan  kemungkinan terjadinya langkah besar untuk menganeksasi pemukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli 2020 relatif kecil.

Itu merupakan tanggal untuk dimulainya debat kabinet tentang masalah aneksasi Tepi Barat ini.

Zeev Elkin, yang merupakan anggota partai Likud pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel masih belum mendapat lampu hijau yang dibutuhkan dari Washington untuk memulai ekspansi kedaulatannya atas sejumlah area pemukiman di Tepi Barat.

Wilayah Tepi Barat merupakan wilayah yang menjadi keinginan warga Palestina untuk menjadi wilayah sebuah negara.

"Siapa pun yang menggambarkan segala sesuatu yang terjadi dalam satu hari pada 1 Juli, dia mengambil risiko sendiri," kata Elkin, menteri pendidikan tinggi, kepada Radio Army ketika ditanya apa yang akan terjadi pada hari Rabu. "Mulai besok, waktu akan mulai bergulir."

Rapat kabinet untuk hari Rabu belum diumumkan.

Duta Besar Amerika, David Friedman, dan penasehat Gedung Putih, Avi Berkowitz, berada di Israel sebagai bagian dari upaya Gedung Putih untuk memenangkan konsensus terkait wilayah perbatasan Israel dan Palestina, seperti dibayangkan dalam rencana perdamaian Israel-Palestina yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Januari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Proposal itu menyerukan kedaulatan Israel atas sekitar 30% dari Tepi Barat, tanah tempat Israel telah membangun pemukiman selama beberapa dekade serta penciptaan negara Palestina di bawah kondisi yang ketat.

Palestina mengatakan cetak biru itu akan membuat negara yang mereka ingin bangun di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur menjadi tidak layak. Sebagian besar kekuatan dunia memandang permukiman Israel sebagai ilegal.

Sementara Netanyahu mengatakan orang-orang Yahudi memiliki klaim hukum, sejarah dan moral atas wilayah Tepi Barat, Yudea dan Samaria menurut Alkitab.

Netanyahu dan mitra pemerintah koalisi utamanya, Menteri Pertahanan Benny Gantz, berselisih soal pencaplokan Tepi Barat, yang dipromosikan perdana menteri dari sayap kanan itu.

ADITYO NUGROHO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hamas Rilis Video Sandera Amerika Masih Hidup

2 jam lalu

Tslil Ben Baruch, 36, memegang plakat ketika para demonstran menghadiri protes 24 jam, menyerukan pembebasan sandera Israel di Gaza dan menandai 100 hari sejak serangan 7 Oktober oleh kelompok Islam Palestina Hamas, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.  di Tel Aviv, Israel, 14 Januari 2024. REUTERS/Alexandre Meneghini
Hamas Rilis Video Sandera Amerika Masih Hidup

Hamas merilis kondisi terkini sandera asal Amerika Serikat yang dalam keadaan sehat.


Sempat Diboikot terkait Israel, Unilever Indonesia Sebut Kinerja Perusahaan Membaik

3 jam lalu

Benjie Yap. Foto: Linkedin
Sempat Diboikot terkait Israel, Unilever Indonesia Sebut Kinerja Perusahaan Membaik

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menyatakan kinerja perusahaan tersebut saat ini membaik. Sempat diterpa boikot, diduga terkait Israel


Tolak Proyek Cloud untuk Israel, 50 Karyawan Google Akhirnya Dipecat

4 jam lalu

Kantor pusat Google di Mountain View, California, Amerika Serikat. (theverge.com)
Tolak Proyek Cloud untuk Israel, 50 Karyawan Google Akhirnya Dipecat

Google menjalin kerja sama dengan Israel lewat kontrak Project Nimbus untuk layanan komputasi awan atau cloud senilai hampir Rp 20 triliun.


Jumlah dan Jenis Senjata Iran yang Digunakan Saat Serang Israel

10 jam lalu

Peta serangan langsung Iran ke Israel pada 13 April 2024. X.com/@Iej
Jumlah dan Jenis Senjata Iran yang Digunakan Saat Serang Israel

Iran meluncurkan 320 hingga 350 senjata yang membawa bahan peledak seberat total 85 ton ke Israel pada Sabtu dinihari, 13 April 2024.


Jamaika secara Resmi Mengakui Palestina sebagai Negara

17 jam lalu

Gang bendera di markas besar PBB Eropa terlihat selama Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Swiss, 11 September 2023. REUTERS/Denis Balibouse
Jamaika secara Resmi Mengakui Palestina sebagai Negara

Jamaika secara resmi mengumumkan pengakuan Palestina sebagai sebuah negara setelah musyawarah kabinet.


Jerman Lanjutkan Kerja Sama dengan UNRWA Palestina

18 jam lalu

Foto yang dirilis pada 15 Februari 2024 menunjukkan sebuah lubang besar di pusat kesehatan UNRWA yang hancur akibat serangan Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Gaza. UNRWA menyebut bahwa data terbaru menunjukkan 84 persen dari seluruh fasilitas kesehatan di Gaza telah mengalami dampak langsung dari serangan-serangan yang terus berlangsung. UNRWA/Handout via REUTERS
Jerman Lanjutkan Kerja Sama dengan UNRWA Palestina

Menyusul beberapa negara yang telah menghentikan penangguhan dana UNRWA, Jerman melanjutkan kerja sama dengan badan pengungsi Palestina itu.Menyusul b


Rusia Menilai AS Buka Kedoknya dengan Veto Permohonan Palestina Jadi Anggota PBB

19 jam lalu

Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan berbicara kepada anggota Dewan Keamanan dalam pertemuan untuk mengatasi situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina, di markas besar PBB di New York City, New York, AS, 18 April 2024. REUTERS /Eduardo Muno
Rusia Menilai AS Buka Kedoknya dengan Veto Permohonan Palestina Jadi Anggota PBB

Perwakilan Rusia menilai Amerika Serikat menunjukkan sikap aslinya dengan memveto permintaan Palestina untuk menjadi anggota PBB.


Setelah Berbicara dengan AS, Israel Siap Serang Rafah dalam Waktu Dekat

19 jam lalu

Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 22 April 2024. REUTERS/Mahdy Zourob
Setelah Berbicara dengan AS, Israel Siap Serang Rafah dalam Waktu Dekat

Israel kabarnya telah menyediakan puluhan ribu tenda untuk warga sipil Palestina yang akan dievakuasi dari Rafah dalam beberapa minggu mendatang.


Israel Mulai Sedikit Longgarkan Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

22 jam lalu

Tentara Israel berdiri di perbatasan dengan Gaza, ketika truk bantuan yang membawa pasokan kemanusiaan menunggu untuk memasuki Gaza melalui Gerbang 96, pintu masuk yang baru dibuka memungkinkan akses lebih cepat ke Gaza utara, di Israel, 21 Maret 2024. REUTERS/Amir Cohen
Israel Mulai Sedikit Longgarkan Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Israel sudah mengambil sejumlah langkah penting dalam beberapa pekan terakhir dengan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk Gaza.


Ratusan Mayat Ditemukan di Dua RS di Gaza, PBB Serukan Penyelidikan

23 jam lalu

Orang-orang bekerja untuk memindahkan jenazah warga Palestina yang terbunuh selama serangan militer Israel dan dimakamkan di rumah sakit Nasser, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 21 April 2024. REUTERS/  Ramadhan Abed
Ratusan Mayat Ditemukan di Dua RS di Gaza, PBB Serukan Penyelidikan

PBB menyerukan dilakukannya penyelidikan atas temuan ratusan mayat di dua rumah sakit di Gaza.