Pelaut Nekat Berlayar Sendirian 85 Hari untuk Temui Ayahnya

Juan Manuel Ballestero di atas perahu layarnya.[Instagram Juan Manuel Ballestero]

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pelaut nekat berlayar dengan perahu layar selama 85 hari menyeberangi Samudra Atlantik demi berjumpa ayahnya yang sudah renta di Argentina selama lockdown virus corona.

Juan Manuel Ballestero, 47 tahun, memulai perjalanan solonya pada medio Maret setelah Argentina menutup perbatasan karena pandemi, dilansir dari New York Times, 29 Juni 2020. 

Ballestero rupanya tidak tahan tidak berjumpa ayahnya yang berusia 90 tahun, jadi dia mulai mengisi perahu layar sepanjang 8,8 meter dengan kaleng tuna, buah dan beras. Ballestero pun memulai perjalanan lautnya dari pulau kecil Porto Santo di Portugal dan berencana tiba di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, pada hari ulang tahun ayahnya 15 Mei.

Ballestero berangkat dari Porto Santo di kepulauan Madeira dengan 200 euro (Rp 3,2 juta), menurut Euronews.

Tetapi cuaca badai menyebabkan penundaan yang parah, termasuk ombak tinggi di lepas pantai Brasil yang menghantam perahu fiberglass-nya dan sempat membuatnya gentar.

Tetapi Ballestero adalah pelaut berpengalaman dan lahir dari keluarga pelaut. Dia membeli perahu layarnya pada tahun 2017 setelah mendengar nasihat seorang nelayan yang berpengalaman kepadanya, "Pergi lihatlah dunia", dan dia melakukannya.

Pihak berwenang Portugis memperingatkan Ballestero sebelum perjalanan bahwa ia mungkin tidak dapat kembali, dan teman-teman mencoba untuk mencegahnya tetapi tidak berhasil. Ballestero sudah mantap. Dia yakin mampu mengatasi tantangan kesepian, bahaya, kelaparan, dan kekurangan bahan bakar, dan bagaimana nanti perjalanan ini mengajarinya kerendahan hati, katanya.

View this post on Instagram

A post shared by Juan Manuel Ballestero (@skuanavega) on

Menjelang akhir perjalanan, setelah kabar tentang perjalanannnya tersiar ke media, Ballestero membuat akun Instagram untuk mendokumentasikan petualangannya. Dia mencapai kota kelahirannya pada 17 Juni, tetapi dia harus menunggu 72 jam untuk dites virus corona sebelum menemui keluarganya.

"Apa yang saya jalani adalah mimpi," kata Ballestero sesudah sampai.

"Perahu layar tidak sampai pada waktunya. Saya tidak bisa menyingkat perjalanan tepat waktu," kata Ballestero, seraya menambahkan bahwa dia bisa kehilangan tiang perahu selama perjalanan.

"Yah, saya melakukan semua yang saya bisa untuk tiba di sana pada hari ulang tahunmu, Ayah," katanya.

Ballestero sempat memperbaiki perahunya di Brasil dan tiba di Argentina.

Juan Manuel Ballestero (kanan) bersama saudaranya Carlos Alberto (tengah) dan ayah mereka, juga Carlos Alberto (kiri), selepas kedatangannya di Argentina setelah berlayar melintasi Atlantik.[Instagram Juan Manuel Ballestero]

Dia harus mengkarantina diri selama 15 hari sebelum bertemu ayah atau ibunya yang berusia 82 tahun.

Tetapi pelaut berpengalaman itu, yang pernah berlayar jauh ke Alaska dan Atlantik Selatan untuk memancing, mengatakan dia senang berada di perairan yang lebih tenang.

"Sekarang saya tenang, berlabuh di sini di tengah pelabuhan ini. Tidak ada badai yang mengganggu saya atau kapal yang menabrak saya," katanya.

Setelah karantina, pelaut itu mengatakan akan tinggal di rumah yang dekat dengan orang tuanya, kemudian berkebun dan membeli tiga ekor ayam sambil melewati musim dingin bersama orang tuanya.






Lawan Argentina, Inggris, dan AS di Piala Dunia Amputasi 2022, Ini Kata Kapten Timnas Indonesia

14 hari lalu

Lawan Argentina, Inggris, dan AS di Piala Dunia Amputasi 2022, Ini Kata Kapten Timnas Indonesia

Kapten timnas sepak bola amputasi Indonesia, Aditya, optimistis bisa melangkah jauh di Piala Dunia Amputasi 2022 di Istanbul, Turki pada Oktober 2022.


Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

26 hari lalu

Penjualan Mobil di Cina Agustus 2022 Tembus 1,87 Juta Unit

Penjualan mobil ramah lingkungan di Cina, termasuk mobil listrik, Agustus lalu mencapai 529 ribu unit.


Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

28 hari lalu

Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

"Karena keadaan tidak normal, dibutuhkan pemikiran yang Abunawas, yang kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat," kata Jokowi kepada para ekonom.


Pneumonia Misterius Mematikan Muncul di Argentina, Penyakit Baru Lagi?

30 hari lalu

Pneumonia Misterius Mematikan Muncul di Argentina, Penyakit Baru Lagi?

Sebanyak tiga orang telah meninggal pada pekan lalu karena pneumonia misterius di Provinsi Tucuman, Argentina sebelah barat laut.


Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

31 hari lalu

Gubernur BI Usul Gerakan Meronda Inflasi untuk Lindungi Rakyat, Apa Maksudnya?

Gubernur Bank Indonesia atau BI, Perry Warjiyo menilai pentingnya gerakan secara nasional untuk pengendalian inflasi pangan.


Wapres Argentina Lolos dari Pembunuhan, Pistol Penyerang Macet

32 hari lalu

Wapres Argentina Lolos dari Pembunuhan, Pistol Penyerang Macet

Wakil Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner lolos dari maut, ketika pistol yang ditodongkan padanya dari jarak dekat tidak meletus.


Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

33 hari lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok Jadi USD 86,61 per Barel, Dipicu Sentimen Apa Saja?

Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun US$ 2,94 atau 3,3 persen menjadi US$ 86,61 per barel.


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

33 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

33 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.


Jelang Rapat Partai Komunis, China Kembali Lockdown Jutaan Warga demi Nol Kasus COVID-19

36 hari lalu

Jelang Rapat Partai Komunis, China Kembali Lockdown Jutaan Warga demi Nol Kasus COVID-19

Hal ini dilakukan pihak berwenang untuk menggandakan upaya menahan kasus COVID-19 menjelang pertemuan kunci Partai Komunis China