Baluchistan Liberation Army Akui Serang Bursa Efek Pakistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga pasca penyerangan di kantor Bursa Efek Pakistan di Karachi pada 29 Juni 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

    Petugas berjaga pasca penyerangan di kantor Bursa Efek Pakistan di Karachi pada 29 Juni 2020. REUTERS/Akhtar Soomro

    TEMPO.CO, Jakarta - Milisi Baluchistan Liberation Army atau Angkatan Bersenjata Pembebasan Baluchistan mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan bersenjata ke Bursa Efek Pakistan di kota Karachi tadi pagi.

    Sedikitnya tiga orang tewas, dua pengawal dan satu polisi. Satu pengawal bursa efek dilaporkan dalam kondisi kritis.

    The Associated Press melaporkan, milisi Baluchistan Liberation Army juga membagikan foto empat pria dengan tubuh dililit senjata. Mereka merupakan milisi yang menyerang bursa efek itu.

    Baluchistan Liberation Army merupakan kelompok gerilyawan yang menuntut kemerdekaan dari provinsi Baluchistan di wilayah barat daya yang kaya gas alam. Provinsi ini berbatasan dengan provinsi Sindh di selatan dengan Karachi sebagai ibukota.

    Pakistan mengatakan milisi Baluchistan Liberation Army yang menyeberang perbatasan Afganistan telah melakukan sejumlah serangan di Karachi dalam beberapa tahun terakhir. Penyerangan terbaru dilakukan terhadap Konsulat Cina pada November 2018 yang menewaskan 2 orang.

    Pelabuhan Laut Arab, Gwadar berlokasi di Baluchistan dan ini merupakan bagian dari prouek jalan satu miliar dollar yang menghubungkan Cina dengan selatan dan Asia Tengah.

    Kelompok milisi Baluchistan menolak proyek jalan ini termasuk jalan bebas hambatan yang menghubungkan pelabuhan Gwadar ke perbatasan Cina.

    Seorang polisi di lokasi kejadian, Rizwan Ahmend mengatakan setelah penembakan terjadi, segerombolan penyerang memasuki bursa efek. Sedikitnya tiga orang tewas, dua penjaga gedung bursa efek dan satu polisi. Dan satu penjaga saat ini dalam kondisi kritis.

    Setelah melakukan penyerangan ke Bursa Efek Pakistan di Karachi, aparat menemukan makanan disimpan di jasad mereka yang mengindikasikan mereka telah merancang penyerangan.

    Polisi kemudian menyisir seluruh ruangan di setiap lantai untuk memastikan tidak ada bahan peledak tertinggal di sana.

    Mayor Jenderal Omar Ahmed Bokhari yang mengawasi pasukan paramiliter, Rangers yang terlibat dalam operasi ini menuding India membantu penyerang dengan mengaktifkan sel-sel tidur. Pakistan mengklaim intelijen India telah menanam sel-sel tidur itu di seluruh negeri.

    Bursa Efek Karachi merupakan bursa efek tertua dan terbesar di Pakistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.