Bursa Efek Pakistan Jadi Sasaran Penyerangan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa Efek Pakistan (PSX) di kota Karachi selatan mengalami penyerangan pada Senin, 29 Juni 2020. Sumber: Reuters

    Bursa Efek Pakistan (PSX) di kota Karachi selatan mengalami penyerangan pada Senin, 29 Juni 2020. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya tujuh orang tewas setelah sejumlah laki-laki bersenjata menyerbu Bursa Efek Pakistan (PSX) di kota Karachi selatan, pada Senin pagi, 29 Juni 2020. Petugas menceritakan para pelaku melepaskan tembakan tanpa pandang bulu ketika mereka memasuki kompleks gedung.

    Total ada empat pelaku penyerangan yang menyerbu gedung pada pukul 10 pagi atau persisnya ketika perdagangan dimulai. Mereka membawa granat tangan dan menembakkan senapan otomatis.

    Bursa Efek Pakistan (PSX) di kota Karachi selatan mengalami penyerangan pada Senin, 29 Juni 2020. Sumber: Daily Sabah

    Faisal Edhi, kepala badan amal dan layanan ambulans menjelaskan keempat penyerang telah dilumpuhkan oleh polisi dan pasukan keamanan.  

    "Para penyerang membawa granat tangan. Dua dari empat pelaku tewas di pintu gerbang, dan dua lainnya terbunuh di dalam kompleks gedung," kata Edhi, yang kantornya terletak di seberang PSX di distrik komersial utama Karachi, Pakistan.

    Edhi menjelaskan korban tewas dalam penyerangan ini adalah seorang anggota polisi dan dua warga sipil. Tujuh orang terluka dalam serangan ini.

    Pejabat senior polisi Sharjeel Kharal mengatakan operasi keamanan untuk membersihkan gedung sudah selesai.

    "Saat ini informasinya adalah empat pelaku penyerangan, keempatnya tewas. Satu sub-inspektur tewas dan tiga polisi terluka, dan dua penjaga bursa juga terluka," imbuhnya.

    Melalui sebuah pernyataan, kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Baloch mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Masyarakat di Provinsi barat daya Balochistan, sebuah wilayah terbesar di Pakistan, telah menyaksikan pemberontakan selama berpuluh-puluh tahun oleh etnis minoritas Baloch yang ingin memerdekakan diri.

    Adityo Nugroho I Jazeera


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.