13 Dokter di Irak Meninggal Kena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan perawat mengenakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona, saat melihat kondisi bayi yang baru lahir di ruang bersalin, di Najaf, Irak, 2 April 2020. REUTERS/Alaa al-Marjani

    Dokter dan perawat mengenakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona, saat melihat kondisi bayi yang baru lahir di ruang bersalin, di Najaf, Irak, 2 April 2020. REUTERS/Alaa al-Marjani

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Irak pada Minggu, 28 Juni 2020 mengkonfirmasi ada 13 dokter meninggal karena virus corona di negara itu. Jumlah tersebut terhitung sejak Februari 2020. Abdulalameer al-Shimmary, Kepala Ikatan Dokter di Irak, mengatakan sekarang ada sekitar 775 dokter sembuh dari virus corona dan ada yang masih terinfeksi.

    “Semua dokter memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien dengan sumber daya yang ada,” kata al-Shimmary, seperti dikutip dari middleeastmonitor.com.

    Seorang muazin Masjid Sheikh Abdul Qadir Jeelani, berdoa seusai salat tanpa jemaah di Baghdad, Irak, Rabu, 13 Mei 2020. Semua tempat ibadah tetap ditutup sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona Covid-19. REUTERS/Thaier al-Sudani

    Ketakutan telah menyelimuti penjuru Irak menyusul runtuhnya sistem kesehatan di negara 1001 malam itu di tengah wabah virus corona. Di Irak, ada 43.262 kasus virus corona.

    Sedangkan jumlah pasien meninggal karena virus corona 1.660 orang. Mereka yang berhasil sembuh sebanyak 19.983 orang.

    Pemerintah Irak sudah memberlakukan jam malam dan melarang acara kumpul-kumpul. Masyarakat diwajibkan menggunakan masker demi menghentikan penyebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.