Buruk Menangani Corona, Negara Bagian Amerika Dapat Nilai C

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mendengarkan ketika Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan harian satuan tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Maret 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Anthony Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mendengarkan ketika Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan harian satuan tugas virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Maret 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar dan penasehat epidemi Amerika, Anthony Fauci, memberikan penilaiannya soal penanganan virus Corona (COVID-19) di Amerika. Menurutnya, beberapa negara bagian layak mendapat C karena buruknya penanganan yang dilakukan.

    "Beberapa negara bagian saya berikan A+. Ada yang dapat A, tapi ada juga yang akan mendapat C," ujar Fauci sebagaimana dikutip dari CNN, Senin, 29 Jun

    Fauci melanjutkan bahwa salah satu negara bagian yang akan mendapat A adalah New York. Untuk negara-negara bagian yang mendapat C, ia ogah mengungkapkan nama-namanya.

    Perihal bagaimana sebuah negara bagian bisa mendapat nilai C, Fauci mengatakan hal itu ia ukur berdasarkan faktor kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Lebih jelasnya, apakah gubernur negara bagian terkait berhasil mengkoordinir aparatnya, menertibkan warga, dan mampu membuat keputusan yang tepat dengan cepat.

    "Ada beberapa negara bagian yang pemimpinnya agak gegabah dalam mengambil keputusan. Ada juga yang pemimpinnya sudah bagus, namun rakyatnya bandel," ujar Fauci.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa negara bagian di Amerika menunda pelonggaran pembatasan sosial setelah mengetahui jumlah kasus Corona meningkat. Salah satunya adalah Texas.

    Texas sudah memulai pelonggaran sejak 30 April lalu, menjadikannya sebagai salah satu negara bagian tercepat menerapkan hal itu. Namun, di bulan Juni, jumlah kasus di negara bagian terbesar kedua itu terus meningkat. Alhasil, mereka menutup kembali restoran dan bar untuk menekan angka kasus.

    Hal senada terjadi di North Carolina. Pelonggaran lockdown di sana berlangsung sejak 22 Mei lalu. Di bulan Juni, tahapan pelonggaran diberhentikan di tengah jalan karena jumlah kasus meningkat. Beberapa sektor yang tak jadi dibuka adalah restoran, bar, tempat hiburan, gym, dan taman rekreasi. Warga diwajibkan memakai masker lagi.

    Amerika sendiri memang masih menjadi episentrum virus Corona (COVID-19). Data terakhir, Amerika mencatatkan 2,6 juta kasus, 128 ribu korban meninggal, dan 1 juta pasien sembuh.

    ISTMAN MP | CNN | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.