Turis Amerika Ingin Berlibur, Uni Eropa: Kansnya Nyaris Nol

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan (Pixabay.com)

    Ilustrasi liburan (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur musim panas makin dekat dan Amerika belum mendapat kepastian soal negara mana yang bisa mereka kunjungi. Uni Eropa bahkan mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan Amerika akan mendapatkan akses ke negara-negara Eropa pada musim liburan kali ini. Semua itu karena faktor pandemi Corona (COVID-19) di Amerika. 

    "Kesempatan Amerika nyaris nol. Dengan situasi pandemi di sana, bahkan mereka sendiri tak yakin akan diizinkan," ujar seorang diplomat Uni Eropa sebagaimana dikutip dari CNN, Ahad, 28 Juni 2020.

    Situasi tersebut ironis mengingat dalam situasi normal, paspor Amerika adalah salah satu yang terkuat. Saat ini, di luar Eropa pun, tidak banyak negara yang memastikan akan menerima turis asal Amerika.

    Dalam berbagai pembahasan soal travel bubble, Amerika juga kerap dikecualikan. Untuk travel bubble Australia - New Zealand, misalnya, Fiji lebih dulu mendapat kepastian dibandingkan Amerika. Uni Eropa malah sudah memberi sinyal bahwa turis Cina akan diperbolehkan datang.

    "Saya bisa memahami bahwa hal ini akan dianggap politisasi mengingat satu negara diterima dan negara lainnya tidak. Namun, bukan itu yang kami lakukan. Semua keputusan kami berdasarkan faktor kesehatan," ujar diplomat Uni Eropa tersebut.

    "Kami ingin sebanyak mungkin orang bisa datang, namun situasi saat ini membuat banyak orang khawatir," ujarnya menambahkan. 

    Hal yang unik, Kanada, yang sangat dekat dengan Amerika, pun menolak turis dari negeri Paman Sam. Salah satu warga Kanada, Colleen Friesen, mengatakan bahwa mayoritas warga Kanada menolak turis Amerika karena parahnya pandemi di sana.

    "Meski beberapa negara bagian terlihat kondusif, kami memilih untuk tidak menerima sama sekali," ujar Friesen.

    Mereka yang tinggal di Amerika juga pesimistis akan bisa maupun berniat berlibur. Mereka khawatir tidak akan diterima dengan baik dan khawatir memberikan resiko kepada warga negara tujuan.

    Salah satu yang merasakan hal itu adalah Stacey McKenna, warga Colorado. Dia mengaku tidak mau memikirkan liburan ke negara manapun karena situasi yang belum sepenuhnya kondusif. "Kalaupun perjalanan ke negara tujuan saya memungkinkan, saya pun berpikir apakan saya akan diterima dengan baik di sana," ujar McKenna.

    Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, pekan lalu sudah memberi sinyal bahwa Amerika akan bersikap realistis soal kemungkinan berlibur ke negara lain. Ia mengaku tidak ingin Amerika menjadi beban untuk negara lain. Walau begitu, ia memastikan pembahasan masih berlanjut soal bagaimana caranya agar turis Amerika bisa mendapat akses. 

    Hingga berita ini ditulis, Amerika tercatat memiliki 2,6 juta kasus, 128 ribu korban jiwa, dan 1 juta orang sembuh terkait virus Corona (COVID-19).

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.