Penggalangan Dana Corona Capai US$6,9 Miliar, Untuk Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ursula von der Leyen, Menteri Pertahanan Jerman yang dinominasikan menjadi Presiden Komisi Eropa. Sumber: BrexitCentral

    Ursula von der Leyen, Menteri Pertahanan Jerman yang dinominasikan menjadi Presiden Komisi Eropa. Sumber: BrexitCentral

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggalangan dana pengendalian virus Corona (COVID-19) oleh berbagai negara menyentuh angka US$6,9 Miliar ketika ditutup pada Sabtu lalu. Dikutip dari Reuters, uang miliaran tersebut akan dikhususkan untuk pengembangan vaksin, tes, dan perawatan untuk negara-negara berkembang.

    "Saya mencoba menyakinkan negara-negara kaya agar cadangan vaksin mereka, nantinya, tidak hanya ditujukan untuk diri mereka sendiri. Negara-negara miskin juga membutuhkan bantuan," ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen, pada Ahad kemarin, 28 Juni 2020.

    Pemimpin-pemimpin negara besar sepakat mendukung inisiatif yang digaungkan Von Der Leyen. Perdana Menteri Boris Johnson, misalnya, berkata bahwa dirinya akan memastikan ada cukup vaksin dari Inggris untuk negara-negara berkembang.

    "Ketika vaksin (virus Corona) yang efektif ditemukan, sudah menjadi tanggung jawab para pemimpin dunia untuk memastikan hal itu tersedia bagi semua orang," ujar Boris Johnson.

    Hal senada disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia meminta negara-negara besar untuk tidak egois terkait vaksin karena banyak negara yang kesulitan menghadapi pandemi Corona.

    "Buang sikap egosi, mari bergerak bersama menangani pandemi Corna," ujar Macron.

    Sebagai catatan, uang yang terkumpul berasa dari Uni Eropa, Amerika, Jerman, dan Qatar. Sumbangan terbesar datang dari Uni Eropa, senilai US$5,5 miliar.

    Untuk pengembangan vaksin sendiri, masih berjalan hingga sekarang. Ada 120 jenis vaksin virus Corona yang sudah dalam pengembangan. Tes terhadap manusia pun sudah mulai dilakukan. Mayoritas menargetkan Desember sebagai target produksi vaksin virus Corona paling cepat.

    Berbagai pemerintah memberikan kucuran dana untuk mempercepat prosesnya. Amerika, misalnya, membuat Operasi Warp Speed untuk membantu pengembangan vaksin Corona (COVID-19). Kurang lebih US$ 2 miliar dikucurkan untuk operasi itu. Beberapa perusahaan farmasi yang disokong adalah Pfizer, Johnson & Johnson, Merck, dan AstraZeneca.

    "Harapannya, semoga ada pemahaman dari masyarakat bahwa membuat vaksin yang efektif dan aman membutuhkan proses yang panjang. Seperti Polio, di mana pengembangannya berkelanjutan walaupun ada banyak korban," ujar Paul Offit, anggota National Institutes of Health di Amerika.

    ISTMAN MP | REUTERS | CBS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.