Manuver Cina di Pasifik, Buka Kedutaan di Negara Mungil Kiribati

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kiribati Taneti Maamau berkunjung ke Great Hall of the People di Cina dengan didampingi Presiden Xi Jinping pada Januari 2020. [CNN]

    Presiden Kiribati Taneti Maamau berkunjung ke Great Hall of the People di Cina dengan didampingi Presiden Xi Jinping pada Januari 2020. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina membuat manuver diplomatik di Pasifik dengan membuka secara resmi kantor kedutaan besarnya di Kiribati, negara mungil di Pasifik.

    Bendera Cina pun berkibar di negara kepulauan berpenduduk 116 ribu jiwa pada Mei 2020 lalu, mengutip laporan CNN 27 Juni 2020.

    Pembukaan kantor kedutaan Cina di Kiribati terjadi pada saat Cina memerangi wabah virus corona.

    Kiribati, negara pemilik 33 atol dan pulau-pulau karang di Pasifik tengah berjarak ribuan kilometer dari Beijing.

    Selama ini hanya tiga negara yang membuka kantor kedutaan di Kiribati yakni Australia, Selandia Baru dan Cuba.

    Selain itu, Kiribati juga menanggung beban karena kompetisi geopolitik yang berkembang di kawasan itu.

    Lalu mengapa Cina tertarik mendirikan kedutaan di Kiribati?

    Kiribati pada September 2019 mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taiwan ke Cina. Selama ini Cina tidak mengakui Taiwan sebagai negara, melainkan wilayah kedaulatan Cina.

    Saat ini Taiwan memiliki hubungan diplomatik selevel negara dengan 7 negara sejak 2016.

    Dukungan Kiribati ke Cina semakin diperkuat pekan ini karena presiden baru negara itu, Taneti Maamau, merupakan pendukung Cina.

    Maamau, menurut sumber CNN, memenangkan pemilihan presiden Kiribati untuk mempererat hubungan dengan Cina dengan mengalahkan pesaing utamanya yang bersimpati pada Taiwan.

    Kiribati disebut sebagai contoh terbaru cara Cina membangun pengaruh di Pasifik, terdiri dari rangkaian pulau kaya sumber daya alam yang mengawasi lalu lintas perairan antara Asia dan Amerika.

    Dengan berdirinya kedutaan Cina di Kiribati, rivalitas di Pasifik yang selama ini dikuasai Australia kini menghadapi dimensi baru dengan kehadiran Cina.

    Fakta lainnya dari Lowy Institute di Australia adalah Beijing saat ini menjadi donor terbesar kedua di Pasifik setelah Australia.

    Sebagai gambaran, negara-negara di Kepulauan Pasifik secara keseluruhan memiliki nilai produk domestik bruto atau GDP sebesar US4 33,77 miliar atau kurang dari 1 persen dari total GDP Cina.

    Total populasi di 14 negara di Kepulauan Pasifik termasuk Kiribati kurang dari 10 juta jiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.