Rusia Hadiahkan Taliban Uang untuk Bunuh Tentara AS di Afganistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyantap hidangan makan malam bersama tentara AS saat perayaan Thanksgiving di Bagram Air Base, Afganistan, 28 November 2019. REUTERS/Tom Brenner

    Presiden AS Donald Trump menyantap hidangan makan malam bersama tentara AS saat perayaan Thanksgiving di Bagram Air Base, Afganistan, 28 November 2019. REUTERS/Tom Brenner

    TEMPO.CO, Jakarta - Intelijen Amerika Serikat mengungkapkan satu unit intelijen Rusia, GRU, telah menghadiahkan uang kepada milisi jaringan Taliban untuk membunuh pasukan koalisi yang dipimpin Amerika di Afganistan.

    Menurut laporan intelijen yang dipublikasikan The New York Times dan dikutip Telegraph, tawaran hadiah uang kepada para gerilyawan untuk membunuh pasukan koalisi AS terjadi saat Presiden Donald Trump berupaya menarik pasukan AS dari Afganistan.

    Presiden Trump telah mengeluarkan keputusan untuk menarik seluruh pasukan AS dari lokasi perang terpanjang dalam sejarah AS secara bertahap.

    Atas temuan intelijen AS itu, Presiden Trump telah mendapatkan pengarahan pada Maret lalu, namun dia tidak memberikan keputusan apapun untuk menanggapinya.

    Juru bicara Kremlin mengatakan, Rusia tidak mengetahui tentang temuan intelijen AS itu.

    Namun AS baru-baru ini menuding Rusia telah memberikan senjata ke Taliban.

    Menurut The New York Times, ada perbedaan teori untuk menjawab alasan Rusia mendukung serangan Taliban termasuk hasrat agar AS tetap dalam situasi perang di Afganistan.

    Satu di antaranya menjelaskan bahwa GRU bermaksud membalas dendam terhadap AS yang membunuh tentara bayaran Rusia di Suriah, di mana Moscow merupakan pendukung Presiden Bashar al-Assad.

    Adapun GRU merupakan unit intelijen yang dituding sebagai pelaku pembunuhan agen ganda kelahiran Rusia Sergei Skripal di Inggris dengan cara memberikan cairan kimia beracun pada tahun 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.