Arab Saudi Siapkan Ruang 4 Kali Lebih Besar untuk Jamaah Haji

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat muslim melaksanakan salat dekat Kabah dengan menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 4 Mei 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    Sejumlah umat muslim melaksanakan salat dekat Kabah dengan menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 4 Mei 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi akan mengalokasikan ruang empat kali lebih besar untuk setiap jamaah haji tahun ini dibanding luas area yang dialokasikan sebelumnya guna mencegah penyebaran virus corona.

    Faten Bint Muhammad Hussein, penasihat Menteri Haji dan Umrah, mengatakan ini akan diterapkan selama akomodasi para jamaah atau tenda di Mina dan Arafat.

    Dikutip dari Saudi Gazette, 25 Juni 2020, Faten mengatakan langkah-langkah jarak sosial akan memungkinkan para pejabat kementerian dan penyedia layanan dalam memfasilitasi pengendalian kerumunan, dan dalam memastikan kesehatan para jamaah.

    "Kehadiran sejumlah besar jamaah pasti akan membuat penularan infeksi kepada orang lain lebih mudah. Tapi kemungkinan seperti itu bisa dihindari karena adanya keputusan kementerian untuk membatasi jumlah jamaah bersamaan dengan instruksi Kementerian Kesehatan terkait dengan jarak sosial, setidaknya dua meter per orang," katanya.

    Faten mengatakan keputusan untuk tetap menggelar haji dengan jumlah jamaah yang terbatas adalah langkah yang benar dan bijak.

    "Keputusan itu diambil setelah studi mendalam oleh Pusat Pengendalian Bencana dan Krisis Nasional di Kementerian Kesehatan Arab Saudi, yang memiliki peran yang sangat penting dalam menganalisis indikator yang mendukung para pembuat keputusan di Kerajaan. Kementerian Kesehatan juga telah berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait hal ini," katanya.

    Sejumlah umat muslim melaksanakan salat dekat Kabah dengan menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 4 Mei 2020. Hingga kini Kerajaan Arab Saudi masih harus memastikan seluruh area benar-benar bersih dari virus corona atau COVID-19. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    Faten juga mengatakan kementerian memiliki salah satu platform elektronik terbaik dengan tingkat konektivitas teknologi tertinggi di antara semua lembaga yang terlibat dalam memberikan layanan kepada jamaah haji dan keluarga mereka, bahkan dalam mengeluarkan izin haji.

    Platform itu akan membantu memilih layanan haji yang tersedia, termasuk program perhotelan, program ekonomi 1 dan program ekonomi 2, dan setiap program memiliki tarif khusus yang terjangkau untuk semua segmen masyarakat.

    Pada hari Senin Arab Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah tidak lebih dari 1.000 orang dan hanya diperuntukkan bagi warga Saudi dan non Saudi yang tinggal di dalam Kerajaan, menurut laporan Arab News, mengutip Menteri Haji dan Umrah Dr. Muhammad Saleh Benten.

    Sementara Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah dengan protokol kesehatan, termasuk tes Covid-19 para jamaah haji, pembatasan usia di bawah 65 tahun, jarak sosial, serta karantina diri setelah jamaah menyelesaikan ibadah haji mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.