Amerika Ancam Cina dan Rusia Soal Larangan Dagang Senjata di Iran

Anggota Dewan Keamanan PBB mengheningkan cipa pada awal pertemuan tentang Afganistan di Markas Besar PBB di wilayah Manhattan di New York City, New York, AS, 10 Maret 2020. [REUTERS / Carlo Allegri]

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika mengancam akan mengisolir Cina dan Rusia di pertemuan Dewan Keamanan PBB. Hal itu berkaitan dengan langkah keduanya mencoba menghalangi perpanjangan larangan transaksi senjata di Iran.

Amerika berencana akan membawa isu tersebut ke pertemuan Dewan Keamanan PBB. Menurut Amerika, sikap perihal perpanjangan harus segera ditentukan karena larangan dagang senjata Iran hampir usai.

"Rusia dan Cina sudah 'diasingkan' dalam pertemuan International Atomic Energy Agency pekan lalu. Mereka bisa didiamkan lagi apabila terus mendukung rencana dystopia Iran," ujar utusan Amerika untuk Iran, Brian Hook, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu, 24 Juni 2020.

Larangan transaksi senjata untuk Iran sudah berlangsung selama kurang lebih 13 tahun. Pada Oktober nanti, masa larangan tersebut akan habis kecuali Amerika berhasil mendorong perpanjangan larangan.

Dari sekian banyak anggota PBB, Cina dan Rusia aktif menolak rencana perpanjangan tersebut. Hal tersebut mengingat keduanya adalah sekutu Iran.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB adalah momen di mana Cina dan Rusia bisa menghalangi rencana Amerika. Sebab, mereka memiliki hak veto. Untuk mengegolkan perpanjangan larangan transaksi senjata, Amerika harus berhasil mengumpulkan minimal 9 suara (dari 15 anggota DK PBB) dan tak ada veto dari Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Pemerintah Iran telah meminta Rusia dan Cina untuk sebisa mungkin menghalangi Amerika. Menurut mereka, berhentinya larangan transaksi dagang senjata akan mempermudah langkah Iran untuk memperkuat pertahanannya.

Hook mengaku sudah mengantisipasi langkah Rusia dan Cina pada Dewan Keamanan PBB. Ia optimistis draft resolusi yang ia siapkan akan mampu menyakinkan 15 anggota Dewan Keamanan PBB untuk mendukung perpanjangan embargo terhadap Iran.

"Perpanjangan embargo adalah hal yang benar dan penting dilakukan...Hal itu memang tidak akan mencegah penguatan pertahanan Iran. Tetapi, larangan impor dan ekspor akan membatasi langkah Iran," ujar Hook menegaskan.

Menanggapi rencana Amerika, Presiden Iran Hassan Rouhani berkata bahwa pihaknya bersedia untuk bernegosiasi dengan negeri Paman Sam itu. Namun, dengan syarat, Amerika meminta maaf telah keluar dari kesepakatan Nuklir dan memberikan kompensasi ke Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, mengapresiasi tawaran Iran. Walau begitu, ia ogah memberikan kompensasi ke Iran. "Syarat yang mengindikasikan kami harus memberikan uang ke Iran itu tidak masuk akal," ujar Pompeo mengakhiri.

ISTMAN MP | REUTERS






Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

23 menit lalu

Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

Tim sepak bola Iran menolak melepas jaket hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan dalam pertandingan pra-Piala Dunia sebagai dukungan bagi Mahsa Amini


Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

1 jam lalu

Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia memposting video Biden yang mengatakan "kami akan mengakhiri" Nord Stream 2 jika tank Rusia ke Ukraina


Rusia Bantah Terlibat Kebocoran Nord Stream di Laut Baltik

2 jam lalu

Rusia Bantah Terlibat Kebocoran Nord Stream di Laut Baltik

Kementerian luar negeri Rusia juga mengklaim kebocoran Nord Stream terjadi di daerah yang dikendalikan oleh intelijen AS


Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Zelensky Galang Dukungan

2 jam lalu

Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Zelensky Galang Dukungan

Zelensky berbicara kepada pemimpin negara Inggris, Kanada, Jerman, dan Turki untuk mendesak tuntutan bantuan militer yang lebih banyak


AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

4 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

5 jam lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

9 jam lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

10 jam lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

13 jam lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

21 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.