Ulama Dunia Dukung Keputusan Arab Saudi Batasi Jamaah Haji

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kabah yang sepi di tengah pandemi wabah Virus Corona di kota suci Mekah, Arab Saudi, 7 Mei 2020. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan. Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    Suasana Kabah yang sepi di tengah pandemi wabah Virus Corona di kota suci Mekah, Arab Saudi, 7 Mei 2020. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan. Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulama di beberapa negara mendukung keputusan Arab Saudi untuk tetap membatasi jamaah yang akan melakukan ibadah haji tahun ini menyusul wabah Covid-19. Organisasi – organisasi Islam juga menyambut positif keputusan tersebut.

    Sebelumnya pada Senin pagi, 22 Juni 2020, otoritas Arab Saudi mengkonfirmasi ibadah haji akan tetap digelar, namun dengan jumlah jamaah yang dibatasi karena dunia sedang menghadapi pandemik virus mematikan. Ulama mulai dari Djibouti sampai Pakistan mendukung langkah ini.

    Dalam pernyataan tertulis Dewan ulama Pakistan menyatakan mendukung keputusan Arab Saudi untuk tetap menjaga kesehatan dan keamanan para jamaah dengan membatasi jumlah jamaah haji pada tahun ini. Protocol kesehatan yang dijalankan dinilai sudah bijaksana.

    Di Mesir, Imam Besar al-Azhar Ahmed al-Tayeb mengatakan keputusan Arab Saudi untuk membatasi jumlah jamaah untuk melaksanakan ibadah haji sudah sesuai hukum Islam mengingat krisis kesehatan saat ini sangat luar biasa besarnya. Sedangkan Sekjen Organisasi Kerja sama Islam (OIC) Youssef bin Ahmed al-Othaimeen dalam pernyataan menegaskan organisasi yang dipimpinnya mendukung keputusan Arab Saudi soal pelaksanaan ibadah haji.

    “Sekjen mengapresiasi perhatian penuh yang diberikan Kerajaan Arab Saudi terhadap kesehatan dan keamanan para jamaah,” demikian pernyataan al-Othaimeen, seperti dikutip dari english.alarabiya.net.

    Dukungan juga diberikan oleh Muhammad al-Issa, Kepala Liga Muslim Dunia organisasi yang bermarkas di Mekah. Al-Issa mengatakan keamanan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji adalah sebuah prioritas dan pencegahan penyebaran virus corona yang diperkenalkan oleh Arab Saudi didukung para pemimpin umat Islam di dunia.

    Haji adalah salah satu rukun Islam. Umat Islam dianjurkan melakukan ibadah haji minimal sekali seumur hidup. Pada 2019, ada 2,5 juta umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji di Mekah dan Madinah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.