Amerika Desak Cina Bebaskan Terduga Mata-mata Asal Kanada

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menghadiri makan siang yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dengan rekan-rekannya dari lima anggota tetap yang memegang hak veto Dewan Keamanan AS di New York, AS, 26 September 2019. [REUTERS / Yana Paskova]

    Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menghadiri makan siang yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dengan rekan-rekannya dari lima anggota tetap yang memegang hak veto Dewan Keamanan AS di New York, AS, 26 September 2019. [REUTERS / Yana Paskova]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, desak Cina untuk membebaskan dua warga Kanada yang ditahan atas tuduhan spionase. Menurut Pompeo, penahanan tersebut tidak berdasar dan berbau politis.

    "Amerika mendukung Kanada untuk mendesak Cina membebaskan dua warga negaranya. Amerika juga menolak penahanan yang digunakan Cina untuk mengancam Kanada," ujar Pompeo pada senin kemarin, waktu Amerika, 22 Juni 2020.

    Diberitakan pekan lalu, Otoritas Hukum Cina akhirnya memperkarakan dua warga Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor, atas tuduhan spionase. Keduanya diperkarakan setelah ditahan selama kurang lebih 18 bulan.

    Ketika keduanya ditahan, hal itu diduga kuat sebagai balasan Cina atas kasus Huawei. Sebab, penahanan keduanya tak lama setelah Kanada menangkap eksekutif senior Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan Amerika. Wanzhou disebut terjerat perkara penipuan dan pelanggaran sanksi dagang Amerika terhadap Iran.

    Bulan lalu, Pengadilan Kanada memutuskan bahwa ekstradisi Wanzhou ke Amerika akan tetap berlangsung. Cina, saat itu, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kanada adalah salah besar dan mengancam akan membalas. Bagaimana perkara Spavor dan Kovrig terus berlanjut diyakini berbagai pihak sebagai wujud balasan itu.

    Kovrig diketahui adalah mantan diplomat di Beijing yang bekerja untuk International Crisis Group. Sementara itu, Spavor adalah pendiri Paektu Cultural Exchange, perusahaan yang memfasilitasi perjalanan ke Korea Utara. Saat ini, Spavor ditahan di pusat detensi di Dandong dan Kovrig ditahan di Beijing.

    Pompeo melanjutkan bahwa ia juga mendesak Cina untuk memberi akses kepada konsular Kanada agar bisa memberikan bantuan hukum. Hal itu, kata Pompeo, mengacu pada Konvensi Vienna. Pompeo mengklaim Cina membatasi akses konsular kepada Kovrig dan Spavor selama kurang lebih 6 bulan. 

    "Dan kami tidak tahu bagaimana kondisi kedua warga Kanada itu sekarang," ujar Pompeo, dikutip dari CNN.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, membantah tuduhan penahanan Kovrig dan Spavor bersifat sewenang-sewenang. Ia juga membantah ada agenda politis di balik perkara keduanya. Kepada Amerika dan Kanada, Zhao Lijian mengklaim Cina memiliki bukti yang solid dan jelas soal tindak pidana spionase Kovrig dan Spavor.

    "Faktanya terang benderang," kata Zhao Lijian menegaskan.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.