John Bolton Berharap Donald Trump Hanya Menjabat Satu Periode

Mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton berbicara selama kuliah umum di Duke University di Durham, North Carolina, AS 17 Februari 2020. [REUTERS / Jonathan Drake]

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penasihat keamanan Amerika Serikat, John Bolton, mengecam kepresidenan Donald Trump karena merusak Amerika Serikat dan berharap Trump hanya menjabat satu periode.

"Saya berharap (sejarah) akan mengingatnya sebagai presiden satu periode yang tidak menjerumuskan negara ke dalam spiral yang entah dari mana berasal. Kita bisa bersitahan dalam satu masa jabatan, saya sangat yakin, bahkan bukanlah keajaiban jika seorang Republikan konservatif terpilih pada bulan November. Dua periode, saya mengkhawatirkan itu," kata John Bolton dalam wawancara dengan Martha Raddatz di ABC News yang ditayangkan 21 Juni 2020.

Buku John Bolton, The Room Where It Happened, yang berisi pengalamannya selama menjabat penasihat keamanan nasional Trump, mengungkapkan bagaimana kebijakan negara bercampur aduk dengan kepentingan pribadi.

Gedung Putih telah berupaya mencegah agar buku John Bolton tidak diterbitkan luas, meski naskah buku sudah di tangah organisasi media.

Sejak beberapa bagian buku itu dibocorkan pada 23 Juni, Bolton dicerca kritik dari kubu Trump dan sekutunya karena mengkhianati kepercayaannya, dan dari para pengkritik Trump karena baru keluar melawan presiden sekarang ketika dia menolak untuk bersaksi sebelum sidang pemakzulan Trump. Bolton dikecam oposisi Trump karena tetap diam ketika Trump diadili di Senat.

Selama wawancara, Bolton meramalkan respons Trump terhadapnya seperti gunung berapi."Ini khas pemerintahan Trump bahwa ketika dihadapkan dengan kritik, mereka tidak berurusan dengan substansi kritik, mereka menyerang orang, yang saya duga sepenuhnya dan tidak mengejutkan saya," kata Bolton.

Trump sendiri telah mengecam Bolton sebagai orang "gila" dan "pembohong", sambil menuduhnya mengungkapkan informasi rahasia dan menyerangnya secara pribadi. "Semua orang di Gedung Putih membenci John Bolton," kata Trump setelah pengungkapan buku.

Komentar-komentar itu bertentangan dengan apa yang dikatakan Trump beberapa bulan lalu setelah Bolton meninggalkan pemerintahan, mengatakan kepada wartawan pada bulan November, "Saya suka John Bolton. Saya selalu akrab dengannya."

Trump memecat John Bolton, seorang garis keras dalam kebijakan luar negeri, September lalu setelah 17 bulan menjabat sebagai penasihat keamanan nasional.






Diizinkan Kembali ke Facebook dan Instagram, Apa Kata Donald Trump?

4 hari lalu

Diizinkan Kembali ke Facebook dan Instagram, Apa Kata Donald Trump?

Meta menyatakan akan memulihkan akun Donald Trump dalam beberapa pekan ke depan. Akan blokir lagi jika ....


Meta Pulihkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump

4 hari lalu

Meta Pulihkan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump

Belum jelas apakah Donald Trump akan memanfaatkan kembali dua platform besar itu.


Skandal Dokumen Rahasia, Biden di Kursi Panas?

6 hari lalu

Skandal Dokumen Rahasia, Biden di Kursi Panas?

Temuan ini bertepatan dengan momen dimana Biden bersiap untuk menyatakan apakah dia akan mencalonkan diri untuk periode kedua pada 2024.


Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

10 hari lalu

Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

Donald Trump dan pengacaranya dihukum denda Rp14 miliar karena tanpa bukti menuntut Hillary Clinton


Perusahaan Real Estate Donald Trump Dihukum Bayar Penalti Rp 24 M

16 hari lalu

Perusahaan Real Estate Donald Trump Dihukum Bayar Penalti Rp 24 M

Perusahaan real estate milik Donald Trump dijatuhkan hukuman karena terlibat dalam skema menipu otoritas pajak selama 15 tahun.


Jaksa Agung AS Selidiki Skandal Dokumen Rahasia Biden

17 hari lalu

Jaksa Agung AS Selidiki Skandal Dokumen Rahasia Biden

Jaksa Agung Amerika Serikat Merrick Garland mengumumkan penunjukan jaksa khusus untuk menyelidiki cara Presiden Joe Biden menangani dokumen rahasia


Skandal Dokumen Rahasia Biden, Berkas Kedua Ditemukan di Lokasi Terpisah

18 hari lalu

Skandal Dokumen Rahasia Biden, Berkas Kedua Ditemukan di Lokasi Terpisah

Dokumen rahasia pertama yang ditemukan di bekas kantor Biden adalah memo intel AS dan materi pengarahan tentang Ukraina, Iran, dan Inggris.


Kim Jong Un Singkirkan Eks Menlu Korut Penghubung dengan Trump, Dieksekusi?

24 hari lalu

Kim Jong Un Singkirkan Eks Menlu Korut Penghubung dengan Trump, Dieksekusi?

Kim Jong Un dilaporkan menyingkirkan mantan menteri luar negeri yang memainkan peran penting dalam pertemuan dengan Donald Trump


Donald Trump Menuduh FBI Tutupi Kasus Hunter Biden

32 hari lalu

Donald Trump Menuduh FBI Tutupi Kasus Hunter Biden

Donald Trump menulis di media sosial miliknya, dia curiga FBI menutup-nutupi kasus dugaan mengemplang pajak yang melibatkan Hunter Biden


Donald Trump Jual Koleksi NFT, Bergaya Bak Pahlawan Super hingga Koboi

45 hari lalu

Donald Trump Jual Koleksi NFT, Bergaya Bak Pahlawan Super hingga Koboi

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjajaki kartu perdagangan digital di pasar NFT.