Spanyol Buka Perbatasan untuk Pulihkan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung bermain selancar di pantau Las Canteras, setelah pelonggarab lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. REUTERS/Borja Suarez

    Sejumlah pengunjung bermain selancar di pantau Las Canteras, setelah pelonggarab lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. REUTERS/Borja Suarez

    TEMPO.COMadrid – Sejumlah penumpang pesawat tiba di bandara di Madrid, Spanyol, dengan memakai masker wajah.

    Dan warga Prancis melintasi perbatasan memasuki Spanyol untuk membeli alkohol dan rokok murah pada Ahad, 21 Juni 2020.

    Ini terjadi seiring Spanyol membuka perbatasannya kepada semua negara Eropa.

    Madrid telah mengakhiri kondisi darurat yang diterapkan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona.

    “Perbatasan Spanyol sekarang terbuka untuk semua negara Uni Eropa kecuali Portugal,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 21 Juni 2020.

    Ini dilakukan untuk memulihkan perekonomian Spanyol terutama sektor pariwisata, yang berkontribusi 12 persen terhadap ekonomi.

    “Turis dari Inggris akan diizinkan masuk tanpa harus menjalani karantina,” begitu pernyataan otoritas Spanyol pada Sabtu.

    Namun, mereka ini akan menjalani isolasi selama 14 hari setelah kembali Spanyol.

    Warga Spanyol juga telah mendapat izin berpergian ke seluruh pelosok negeri sejak Ahad kemarin.

    “Banyak yang ingin mengunjungi teman, saudara atau rumah keduanya di wilayah lain,” begitu dilansir Reuters.

    Sejak 14 Maret, warga Spanyol hanya boleh berpergian di provinsinya masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.