Pasien Sembuh dari Corona di Turki Tembus 158 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat menggendong bayi berusia 45 hari yang sembuh dari virus Corona di Rumah Sakit Prof. Cemil Tascioglu Okmeydani di Istanbul, Turki, 12 Mei 2020. Xinhua

    Seorang perawat menggendong bayi berusia 45 hari yang sembuh dari virus Corona di Rumah Sakit Prof. Cemil Tascioglu Okmeydani di Istanbul, Turki, 12 Mei 2020. Xinhua

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki mengkonfirmasi pada Sabtu, 20 Juni 2020 ada 1.312 pasien sembuh dari virus corona. Dengan begitu, total sudah lebih dari 158.800 pasien virus corona sembuh di negara itu.

    Sayangnya, kendati jumlah pasien sembuh dari virus corona naik, jumlah kasus-kasus baru juga masih bertambah. Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan saat ini masih ada 781 pasien virus corona yang dirawat di ruang ICU.

    Warga lansia berjalan di sebuah jalanan Istanbul, Turki, 10 Mei 2020. Lansia berusia 65 tahun ke atas di Turki diperbolahkan keluar rumah setelah negara tersebut melonggarkan kebijakan lockdown. Xinhua/Osman Orsal

    Data Kementerian Kesehatan Turki memperlihatkan jumlah pasien meninggal karena virus corona naik menjadi 4.927, di mana dalam 24 jam terakhir ada 22 kematian.

    Situs aa.com.tr mewartakan tenaga kesehatan di penjuru Turki telah melakukan tes virus corona pada 41.112 orang dalam beberapa hari terakhir sehingga total sudah lebih dari 2,9 juta orang di Turki menjalani tes ini. Data memperlihatkan kasus Covid-19 di Turki tercatat 186.493 kasus virus corona, di mana 1.248 adalah kasus baru.  

    Sejak muncul pertama kali di Cina pada Desember 2019, virus corona telah menyebar di 188 negara dan wilayah. Brazil dan Rusia saat ini menjadi negara paling parah oleh wabah virus corona. Pandemik ini telah menewaskan 461 ribu orang di seluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.