Kasus Korupsi, Pengadilan Vonis Eks Pejabat Tinggi Kongo 20 Tahun

Reporter

Editor

Budi Riza

Bekas kepala staf Presiden Kongo, Vital Kamerhe. Fcced.com

TEMPO.COKinshasa – Pengadilan tinggi di Republik Demokratik Kongo menyatakan bekas kepala staf Presiden bersalah dalam kasus korupsi dana publik senilai US$48 juta atau sekitar Rp684 miliar.

Pejabat bernama Vital Kamerhe ini, yang juga digadang sebagai calon kandidat Presiden masa depan, dijatuhi hukuman penjara 20 tahun.

“Pengadilan menemukan fakta penggelapan dana publik ini,” kata hakim Pierrot Bankenge Mvita, yang mengenakan masker Covid-19 dan sarung tangan karet, saat membacakan putusan seperti dilansir Reuters pada Sabtu, 20 Juni 2020.

Kamerhe membantah tuduhan dia telah menilap uang pembangunan rumah murah bagi warga.

Ini merupakan program dari Presiden Felix Tshisekedi untuk seratus hari pertama masa kerjanya.

Kamerhe menuding balik tuduhan terhadap dirinya sebagai bermotif politik.

“Ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Jean Marie Kabengela Ilunga, pengacara dari Kamerhe. Dia mengatakan kliennya akan mengajukan banding.

Kamerhe muncul di pengadilan kasus korupsi ini, yang berlangsung selama tiga jam, dengan mengenakan seragam biru dan kuning. Dia juga memakai masker untuk mencegah paparan Covid-19.






Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

35 menit lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

9 jam lalu

KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

KPK menyatakan tim dokter Lukas Enembe kesulitan membuktikan bahwa Gubernur Papua itu sakit


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

15 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

20 jam lalu

Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

KPK meminta agar pemerintah membenahi tata-kelola pangan dengan membuat neraca komoditas.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

23 jam lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

23 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

2 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

2 hari lalu

5 Fakta Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang Terjaring OTT KPK

Sempat tidak lolos uji kelayakan hingga memiliki total kekayaan lebih dari Rp 8 miliar, inilah 5 fakta seputar kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati yang terjerat OTT KPK.