Perawat Rusia yang Pakai Lingerie Saat Rawat Covid-19 Jadi Model

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadia Zhukova saat pemotretan untuk merek pakaian olahraga ZASPORT. [ZASPORT/New York Post]

    Nadia Zhukova saat pemotretan untuk merek pakaian olahraga ZASPORT. [ZASPORT/New York Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perawat Rusia, yang dihukum karena mengenakan alat pelindung diri dengan lingerie saat merawat pasien Covid-19, dikabarkan telah mendapat kontrak modeling.

    Foto Nadia Zhukova, 23 tahun, yang dinilai mengenakan pakaian tidak senonoh saat dia bekerja di bangsal pasien virus corona pria, viral. Nadia dihukum oleh atasannya karena tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis.

    Nadia telah mengeluh bahwa dia "terlalu panas" dalam baju hazmat di rumah sakit di Tula. Namun, hukumannya dicabut setelah reaksi keras dari publik terhadap tindakan disipliner atasannya.

    Sekarang Nadia tidak hanya mempertahankan pekerjaannya sebagai perawat tetapi juga mendapat kontrak model untuk lini pakaian olahraga Rusia, menurut laporan The Mirror, 20 Juni 2020.

    Gambar menunjukkan dia mengenakan pakaian olahraga ZASPORT, sebuah merek yang didirikan oleh putri seorang pejabat layanan keamanan FSB, lembaga intelijen Rusia.

    Nadia juga telah mengumumkan bahwa ia berencana untuk melanjutkan studi menjadi seorang dokter.

    Dalam wawancara pertamanya setelah skandal pakaian dalam bulan lalu, Nadia mengaku bahwa dia masih malu untuk membicarakannya.

    "Saya tahu hari apa foto ini diambil, tetapi bagaimana ini menyebar begitu cepat melalui Internet masih menjadi misteri bagi saya," katanya.

    "Saya ingat bahwa saya kembali dari shift saya, dan (orang-orang) sudah berbagi dengan saya tautan ke cerita itu."

    Foto-foto yang viral telah diambil oleh salah satu pasien prianya.

    "Tentu saja, saya mengenali diri saya dan segera menutup akun jejaring sosial saya...Saya belum siap untuk perhatian seperti itu," kata Nadia.

    Dilansir dari New York Post, wabah Covid-19 memaksa Nadia untuk pindah ke rumah sakit penyakit menular di jaringan wilayah Tula dan bekerja sebagai perawat administratif (desk nurse).

    "Banyak orang bertanya kepada saya apakah saya takut terkena virus corona," kata Zhukova, yang pada saat difoto sedang memberi suntikan ke pasien, distribusi obat, pembacaan suhu dan tekanan darah, dan tugas pendukung lainnya.

    "Aku tidak takut sekarang. Saya hanya melakukan pekerjaan saya," katanya.

    Foto viral Nadia Zhukova, perawat Rusia yang mengenakan alat pelindung diri dengan lingerie saat merawat pasien Covid-19.[[Tulskie Novosti/New York Post]

    Pendiri ZASPORT, Anastasia Zadorina, 31 tahun, menyebut Nadia sebagai "salah satu simbol era virus corona".

    "Ini adalah gadis muda, cantik dan sangat pemberani, yang memberikan kontribusi besar pada perjuangan melawan Covid," kata Anastasia.

    Zadorina adalah putri jenderal kolonel FSB Mikhail Shekin, dan mereknya memiliki rekam jejak mempromosikan pakaian yang dihiasi dengan slogan-slogan patriotik dan anti-Barat yang menyinggung rudal Rusia seperti "Topol tidak takut akan sanksi" dan "Sanksi? Jangan beri tahu Iskanders saya".

    Nadia juga mengatakan mantan pengawal Vladimir Putin, Alexey Dyumin, 47 tahun, yang sekarang menjadi gubernur wilayah Tula, sangat mendukungnya.

    "Dokter kepala rumah sakit kami (Dr Anna Savishcheva), dan bahkan gubernur wilayah Tula (Alexey Dyumin), juga vokal membela saya, terima kasih banyak," kata Nadia. "Saya terus bekerja secara bergiliran, dan sangat menyenangkan bahwa kolega saya dan seluruh tim mendukung saya."

    Nadia mengatakan dokter-dokter dari kota lain juga mendukungnya dengan flash mob. Para dokter paham, kata Nadia, betapa panasnya bekerja dengan pakaian hazmat di musim panas.

    Pemotretan ZASPORT Nadia dilakukan menjelang Hari Kesehatan Rusia, yang akan diperingati pada Minggu, hari libur profesional untuk dokter dan perawat.

    Namun, terlepas dari ketenaran dan peran barunya sebagai model, Nadia bertekad belajar untuk menjadi dokter.

    "Tujuan saya adalah pergi ke universitas kedokteran," katanya. "Hal utama bagi saya adalah menjadi dokter yang baik dan membantu orang."

    Perawat Rusia itu juga mengimbau kepada semua orang agar tidak menganggap remeh Covid-19, serta meminta orang memakai masker dan disinfektan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.