Queensland Minta Pelancong Bayar Biaya Karantina Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengumpulkan spesimen swab tenggorokan dari penumpang yang datang dari Australia, untuk tes virus corona  COVID-19, di pusat pengamatan medis bagi pelancong di bandara di Shanghai, Cina, Sabtu, 21 Maret 2020. Sejumlah bandara dilengkapi dengan unit tes corona untuk mencegah adanya kasus baru yang masuk dari luar wilayahnya. China Daily via REUTERS

    Petugas mengumpulkan spesimen swab tenggorokan dari penumpang yang datang dari Australia, untuk tes virus corona COVID-19, di pusat pengamatan medis bagi pelancong di bandara di Shanghai, Cina, Sabtu, 21 Maret 2020. Sejumlah bandara dilengkapi dengan unit tes corona untuk mencegah adanya kasus baru yang masuk dari luar wilayahnya. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Queensland - Pemerintah negara bagian Australia, Queensland, bakal mengenakan biaya sekitar 2.800 dolar Australia atau sekitar Rp27 juta untuk setiap pengunjung dari luar negeri yang menjalani karantina Covid-19 di fasilitas pemerintah.

    Ini termasuk biaya makan senilai 910 dolar Australia atau sekitar Rp8.9 juta.

    Untuk pasangan, biayanya sekitar 3.710 dolar Australia atau sekitar Rp36 juta. Sedangkan biaya untuk empat orang sekitar 4.620 dolar Australia atau sekitar Rp45 juta.

    “Biaya ini akan mengurangi beban anggaran pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19,” begitu dilansir situs pemerintah Queensland seperti dikutip News pada Kamis, 18 Juni 2020.

    Hingga kini, pemerintah Queensland telah merogoh anggaran sekitar 19 juta dolar Australia atau sekitar Rp184 miliar untuk akomodasi pengunjung dari luar negeri.

    Pemerintah memperkirakan dana ini akan melonjak menjadi 24 juta dolar Australia atau sekitar Rp234 miliar pada 30 Juni 2020.

    Pemerintah Queensland juga tidak mengizinkan pelancong Australia yang kembali dari luar negeri untuk memilih akomodasi sendiri seperti di rumah.

    “Karena ada risiko kesehatan yang cukup signifikan,” begitu penjelasan di situs pemerintah soal Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.