Respon Buku John Bolton, Cina Ogah Bantu Trump Menangi Pilpres

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian menghadiri konferensi pers di Beijing, Cina 8 April 2020. [REUTERS / Carlos Garcia Rawlins]

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian menghadiri konferensi pers di Beijing, Cina 8 April 2020. [REUTERS / Carlos Garcia Rawlins]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina membantah klaim mantan penasehat keamanan nasional AS, John Bolton, soal mereka diminta mengintervensi Pilpres Amerika 2020. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, mengatakan hal tersebut tidak benar.

    "Cina tidak memiliki niatan apapun untuk mengintervensi Pilpres Amerika," ujar Zhao Lijian sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 18 Juni 2020.

    Diberitakan sebelumnya, John Bolton mengklaim Presiden Donald Trump meminta bantuan Cina untuk memenangi Pilpres Amerika yang berlangsung November nanti. Bolton berkata, Trump meminta pertolongan tersebut langsung kepada Presiden Cina, Xi Jinping.

    Perrmintaan Trump kepada Cina bukanlah intervensi langsung terhadap jalannya Pilpres Amerika. Klaim John Bolton, dalam bukunya yang berjudul The Room Where It Happened, Trump meminta Cina untuk membeli produk pertanian dan peternakan dari negara-negara bagian yang merupakan kantung suara vital.

    Tujuan Trump, jika Cina mau meningkatkan belanja produk peternakan dan pertanian dari Amerika, maka ia bisa mengemasnya untuk mendulang suara ketika Pilpres. Imbalannya, Amerika menjanjikan kemudahan dalam hal tarif dagang.

    Hingga berita ini ditulis, Kementerian Luar Negeri Amerika belum memberikan respon atas klaim atau tuduhan John Bolton. Namun, Trump sudah bereaksi lewat Twitter-nya. Ia berkayta, "Buku dari si gila John Bolton terbuat dari kebohongan dan cerita-cerita palsu".

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.