Jubir Presiden Moon Jae-in Kritik Pernyataan Adik Kim Jong Un

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Utara, Moon Jae-in, bersama Kim Jong Un dan Kim Yo Jong (kanan). Korea Summit Press Pool via Reuters

    Presiden Korea Utara, Moon Jae-in, bersama Kim Jong Un dan Kim Yo Jong (kanan). Korea Summit Press Pool via Reuters

    TEMPO.COSeoul – Juru bicara kantor kepresidenan Gedung Biru Korea Selatan, Yoon Do-han, mengatakan kritik dari petinggi Korea Utara yaitu adik dari Kim Jong Un terhadap Presiden Moon Jae-in sebagai tidak masuk akal.

    Pemerintah Korea Selatan juga tidak akan menerima lebih jauh sikap keliru dari pemerintah Korea Utara.

    Pernyataan ini keluar setelah Korea Utara meledakkan kantor penghubung Korea, yang terletak di perbatasan kedua negara.

    Juru bicara Gedung Biru Yoon Do – han mengatakan kritik Korea Utara terhadap Presiden Moon sebagai kasar dan tidak masuk akal.

    “Kritik itu juga merusak kepercayaan yang telah dibangun oleh kedua pemimpin,” kata Yoon seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 17 Juni 2020.

    Baru-baru ini, saudara perempuan Kim Jong Un yaitu Kim Yo Jong mengeluarkan pernyataan menolak rencana Presiden Moon untuk mengirim utusan khusus ke Korea Utara.

    Kim Yo Jong juga mengritik Presiden Moon dengan mengatakan pemimpin Korea Selatan itu telah gagal mengimplementasikan kesepakatan 2018.

    Kim Yo Jong menilai Moon telah menjadi boneka pro AS.

    “Solusi atas krisis yang terjadi saat ini antara Korea Utara dan Selatan, yang disebabkan otoritas Korea Selatan yang tidak becus dan bertanggung jawab, adalah membayar harga yang sepatutnya,” begitu pernyataan dari Kim Yo Jong seperti dilansir KCNA.

    Selama ini, Presiden Moon telah menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Presiden AS, Donald Trump, dan Kim Jong Un, terkait proses denuklirisasi Semenanjung Korea.

    Hubungan kedua Korea memanas belakangan ini setelah Korea Utara memprotes aksi penyebaran selebaran di perbatasan kedua negara oleh para pembelot, yang berlindung di Korea Selatan seperti dilansir Reuters.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.