Berkelahi di Himalaya, 3 Tentara India dan 5 Tentara Cina Tewas

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTS 5G yang dibangun Huawei pada ketinggian 6.500 meter di Puncak Everest, Pegunungan Himalaya, di Cina. (ANTARA/HO)

    BTS 5G yang dibangun Huawei pada ketinggian 6.500 meter di Puncak Everest, Pegunungan Himalaya, di Cina. (ANTARA/HO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkelahian tanpa menggunakan senjata api antara beberapa tentara India melawan tentara Cina saat keduanya berjaga di perbatasan yang dipersengketakan di Himalaya berakhir tragis.

    Satu perwira tentara India berpangkat kolonel tewas bersama 2 prajuritnya. Menurut laporan Reuters, perkelahian fisik dengan saling melempar batu dan tongkat mengakibatkan kematian.

    Jurnalis Khasmir, Aditya Raj Kaul membuat laporan tidak resmi bahwa sebanyak 4 hingga 5 tentara Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat Cina telah tewas dalam perkelahian di kawasan Timur Ladakh.

    Menurut laporan Reuters, perkelahian fisik dengan saling melempar batu dan tongkat mengakibatkan kematian.

    Cina menyalahkan India atas pertikaian antar pasukan kedua negara kemarin.

    India dan Cina telah mengalami kebutuhan dalam penyelesaian sengketa perbatasan di Himalaya.

    "Selama proses deeskalasi berlangsung di Desa Galwan, perkelahian terjadi kemarin malam dengan jatuh korban di kedua belah pihak," kata tentara India dalam pernyataannya sebagaimana dilaporkan Reuters, 16 Juni 2020.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina di Beijing, Zhao Lijian menuding tentara India memprovokasi dan menyerang tentara Cina sehingga memicu konflik fisik yang serius.

    Militer Cina menuntut India menghentikan semua provokasi dan kembali ke meja perundingan.

    India dan Cina berebut wilayah perbatasan di Himalaya pada 1962 dan sengketa ini terus berlanjut sekalipun sejumlah pembahasan dilakukan dalam 2 dekade ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.