Perdana Menteri Kyrgyzstan Mengundurkan Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mukhammedkalyi Abylgaziev mengumumkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Kyrgyzstan pada Senin, 15 Juni 2020. Sumber: wikipedia.org

    Mukhammedkalyi Abylgaziev mengumumkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Kyrgyzstan pada Senin, 15 Juni 2020. Sumber: wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Kyrgyzstan, Mukhammedkalyi Abylgaziev, pada Senin, 15 Juni 2020, mengumumkan pengunduran diri. Langkah itu dilakukan di tengah investigasi kriminal terhadapnya terkait kasus penetapan frekuwensi radio komunikasi selular.

    “Pemerintah mungkin tidak bekerja dengan baik dampak dari ketidak jelasan investigasi ini. Untuk itum saya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan saya,” kata Abylgaziev, seperti dikutip dari aa.com.tr.

    Mukhammedkalyi Abylgaziev mengumumkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Kyrgyzstan pada Senin, 15 Juni 2020. Sumber: AA Photo/dailysabah.com

    Abylgaziev menekankan tuduhan terhadapnya tidak berdasar. Dia pun berharap investigas yang sedang berlangsung ini akan menemukan penjahat yang sesungguhnya.

    Sebelumnya pada April lalu, beberapa pejabat negara dituding telah menyalahgunakan proses memperluas dan memperbaharui frekuwensi pita radio komunikasi selular di negara itu. Sedangkan tuduhan korupsi pertama kali mencuat di Parlemen Kyrgyzstan pada 20 Mei 2020. Beberapa anggota parlemen mengatakan kerugian negara sangat besar dan meminta Perdana Menteri Abylgaziev membukti jika memang dia merasa tidak bersalah.

    Abylgaziev, 52 tahun, menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri Kyrgyzstan pada 20 April 2018. Sebelum menyatakan mundur, Abylgaziev mengambil cuti selama dua pekan. Dia menekankan keputusannya untuk mundur karena tidak mau menghambat proses investigasi kriminal dugaan korupsi yang menyebut-nyebut nama pemerintahannya.  

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.