Trump Dukung Aturan Polisi Dilarang Mencekik Targetnya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump menyampaikan pidato kepada pasukan AS, dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani berdiri di belakangnya, selama kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afganistan, 28 November 2019. [REUTERS / Tom Brenner]

    Presiden Donald Trump menyampaikan pidato kepada pasukan AS, dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani berdiri di belakangnya, selama kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afganistan, 28 November 2019. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai bergeraknya berbagai negara bagian untuk melarang pencekikan oleh Kepolisian ditanggapi positif oleh Presiden Amerika, Donald Trump. Trump berkata bahwa secara umum dia mendukung hal tersebut.

    "Konsep cekik itu terdengar masuk akal dan wajar, namun dalam situasi satu lawan satu. Kalau satu lawan dua, itu sudah perkara lain. Oleh karenanya, menurut saya, memang sebaiknya diakhiri saja," ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNN, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Trump melanjutkan bahwa dirinya sendiri tidak menyukai pencekikan. Menurutnya, sulit melawan hal tersebut. Dan, kata ia, jika seseorang sudah tercekik, sulit untuk melawan balik.

    "Jika ada seseorang mencekik mu, apa yang akan kamu lakukan? Meminta dia melepas cekikannya dan menjelaskan bahwa kamu tidak bisa mencekiknya balik? Situasi yang sulit bukan," ujar Trump.

    Walau mendukung penghapusan pencekikan oleh Kepolisian terhadap, Trump tidak menyangkal bahwa terkadang ada situasi yang membutuhkannya. Oleh karenanya, Trump mengingatkan pemerintah negara bagian atau kota untuk menimbang baik-baik kebijakan soal pencekikan. Kalau perlu mempertahankan pencekikan, kata Trump, aturan itu bisa dibuat kondisial dan sangat lokal.

    Diberitakan sebelumnya, berbagai negara bagian mulai melakukan perubahan terhadap cara kerja Kepolisian agar kasus George Floyd tidak terulang. Floyd, sebagaimana diketahui, adalah warga Minneapolis, Minnesota yang tewas kehabisan nafas setelah perosnil Kepolisian setempat menindih lehernya dengan lutut.

    Negara bagian New York adalah salah satu negara bagian yang sudah bergerak melakukan perubahan. Jumat kemarin, waktu Amerika, Gubernur Andrew Cuomo meneken sejumlah kebijakan mulai dari larangan mencekik, penunjukkan jaksa khusus untuk menangani kasus kekerasan oleh Kepolisian, hingga transparansi catatan perkara kekerasan oleh Kepolisian.

    Kebijakan itu dilengkapi Cuomo dengan perintah eksekutif terkait rencana reformasi Kepolisian yang harus diterapkan sebelum 1 April 2020. Jika tidak, maka anggaran Kepolisian akan ditahan.

    Di Kongres Amerika, baik Partai Republik maupun Partai Demokrat tengah menyusun legislasi untuk menekan brutalitas Kepolisian. Partai Republik bahkan sudah memperlihatkan rancangannya kepada Trump beberapa hari lalu di Gedung Putih.

    ISTMAN MP | CNN | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.