George Floyd, Demonstran Incar Patung Konfederasi di Carolina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengganti tulisan pada patung Konfederasi untuk menghormati George Floyd. Newsobserver

    Warga mengganti tulisan pada patung Konfederasi untuk menghormati George Floyd. Newsobserver

    TEMPO.CO, Raleigh - Sejumlah demonstran di di Kota Raleigh, Carolina utara, membuat tulisan besar pada patung tokoh Konfederasi di kota itu seiring gelombang penolakan publik di Amerika Serikat pasca tewasnya pria kulit hitam George Floyd oleh seorang polisi kulit putih.

    Ini merupakan patung tentara dan pelaut dari pasukan Konfederasi, yang terlibat perang sipil AS dan mendukung sistem perbudakan.

    Patung ini memiliki tinggi 75 kaki atau sekitar 23 meter. Patung ini telah berdiri di depan Gedung Raleigh Capitol sejak 1893.

    “Cara ini bisa membawa kita ke arah yang tepat sehingga terjadi perubahan atas sikap rasisme sistematis di negara ini,” kata Thomas Sayre, seorang seniman yang ikut menulis pada bagian bawah patung itu seperti dilansir CNN pada Jumat, 12 Juni 2020.

    Sayre mengatakan dia berharap aksi demonstran hari ini bisa menginspirasi dimulainya percakapan mendalam dan mengubah sikap rasisme yang kerap terjadi.

    Demonstran menulis tulisan ini pada bagian bawah patung Konfederasi di Raleigh, Carolina utara. CNN

    “Mereka bersikap rasis,” begitu salah satu bunyi tulisan baru berwarna merah pada bagian bawah patung Konfederasi.

    Pada bagian tulisan ‘Kepada Konfederasi kami yang meninggal’ sekarang berganti dengan tulisan ‘Untuk menghormati George Floyd seperti ditulis Newsobserver.

    George Floyd, 46 tahun dan yang berkulit hitam, tewas saat ditangkap seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin pada 25 Mei 2020. Chauvin terekam kamera amatir menindih leher belakang Floyd pada proses penangkapan selama sekitar 9 menit. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.