Polisi Yang Terlibat Pembunuhan George Floyd Bebas Dengan Jaminan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang memegang slogan ketika mereka berkumpul selama protes terhadap ketidaksetaraan rasial setelah kematian George Floyd, di depan di Grand Army Plaza di wilayah Brooklyn di kota New York City, New York, AS 7 Juni , 2020. [REUTERS / Eduardo Munoz]

    Orang-orang memegang slogan ketika mereka berkumpul selama protes terhadap ketidaksetaraan rasial setelah kematian George Floyd, di depan di Grand Army Plaza di wilayah Brooklyn di kota New York City, New York, AS 7 Juni , 2020. [REUTERS / Eduardo Munoz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari empat polisi yang terlibat kasus pembunuhan George Floyd, Thomas Lane, telah dibebaskan dari tahanan Hennepin County dengan jaminan. Adapun besar jaminan yang dibayar oleh pihak Lane adalah US$750 ribu atau setara Rp10,6 miliar.

    Sejumlah keterangan baru juga disampaikan oleh kuasa hukum Lane, Earl Gray, soal keterlibatan kliennya di pembunuhan George Floyd. Dikutip dari CNN, Gray mengklaim bahwa Lane sempat mencoba memperingatkan Derek Chauvin, tersangka utama, soal Floyd yang tidak bisa bernafas hingga tewas.

    "Lane beberapa kali menyarankan Chauvin untuk membalikkan badan Floyd, namun Chauvin menolaknya," ujar Gray sebagaimana dikutip dari CNN, Kamis, 11 Juni 2020.

    Gray menambahkan bahwa Lane juga bukanlah polisi berpengalaman. Ketika menangani perkara Floyd, dirinya baru empat hari bekerja sebagai personil Kepolisian Minneapolis. Adapun Floyd, di hari kematiannya, diduga menggunakan uang palsu senilai US$ 20 untuk membeli rokok. 

    "Jadi, apa yang dia lakukan (di tempat kejadian perkara) adalah apa yang ia tahu sebagai polisi yang baru bekerja empat hari," ujar Gray.

    Walau Lane telah keluar dari penjara, bukan berarti ia sepenuhnya bebas dari perkara Floyd. Lane akan tetap mengikuti persidangan kasus pembunuhan George Floyd dan hukumannya akan ditentukan di sana.

    Sebagai catatan, ada empat polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan George Floyd, warga kulit hitam asal Minneapolis, Minnesota. Mereka adalah Derek Chauvin, Alexander Kueng, Tou Thao, dan terakhir Thomas Lane.

    Chauvin menjadi tersangka dengan jeratan pasal paling berat. Sebab, ia yang menindih leher George Floyd dengan lututnya hingga ia tewas. Atas tindakannya, Chauvin dijerat pasal pembunuhan tingkat dua dan manslaughter.

    Pembunuhan tingkat dua adalah pembunuhan yang tidak direncanakan. Untuk pembunuhan tingkat dua, Chauvin bisa dihukum maksimal 40 tahun. Sejauh ini, baru diketahui bahwa Chauvin membunuh Floyd ketika berusaha melumpuhkannya atas dugaan penggunaan uang palsu.

    Untuk ketiga rekan Chauvin yaitu Lane, Kueng, dan Thao, mereka diperkarakan atas tuduhan membantu dan bersekongkol denganya untuk membunuh George Floyd.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H