Panglima Militer Minta Maaf Sudah Foto Dengan Trump. Kenapa?

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang Iran diapit oleh Kepala Staf Jenderal Angkatan Darat AS James McConville, Chiarman dari Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley dan Wakil Presiden Mike Pence di Foyer Grand di Gedung Putih di Washington, AS, Januari 8, 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang Iran diapit oleh Kepala Staf Jenderal Angkatan Darat AS James McConville, Chiarman dari Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley dan Wakil Presiden Mike Pence di Foyer Grand di Gedung Putih di Washington, AS, Januari 8, 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Militer Amerika, Jenderal Mark A. Milley, meminta maaf sudah tertangkap kamera bersama Presiden Donald Trump pada 1 Juni kemarin. Menurut dia, tidak seharusnya ia difoto bersama Trump karena hal tersebut diambil dalam momen sensitif: unjuk rasa kematian George Floyd.

    Foto yang dimaksud Milley adalah foto ketika ia mendampingi Trump berjalan melewati alun-alun Lafayette menuju Gereja St.John. Foto tersebut diambil setelah aparat menyingkirkan demonstran di lokasi dengan gas air mata dan peluru karet. Menurut Milley, keberadaannya di foto itu memberi kesan bahwa militer akan diterjunkan untuk penertiban.

    "Saya tidak seharusnya berada di sana. Keberadaan saya memberi persepsi bahwa militer akan dilibatkan dalam urusan domestik," ujar Milley sebagaimana dikutip dari New York Times, Kamis, 11 Juni 2020.

    Milley melanjutkan bahwa ia belajar banyak dari pengalaman tersebut untuk lebih sensitif terhadap situasi. Di satu sisi, kata Milley, keberadaannya di foto itu juga bertentangan dengan sikapnya soal kasus George Floyd dan penertiban demonstran.

    Kepada New York Times, Milley mengatakan bahwa ia sangat marah dengan kematian George Floyd. Selain itu, Milley juga menegaskan bahwa ia berbeda pandangan dengan Trump soal perlu tidaknya militer dilibatkan dalam penertiban demonstran. Bagi Milley, permintaan Trump berlebihan.

    Salah seorang kolega Milley, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa jenderal tersebut merasa sangat bersalah sudah difoto bersama Trump. Di sisi lain, kata ia, Milley tidak menyangka akan difoto karena dirinya berpikir hanya perlu mendampingi Trump untuk meninjau kesiapan Garda Nasional

    "Kritikus menganggap keberadaannya sebagai bukti dukungan Militer AS terhadap pendekatan Trump yang keras," ujar kolega Milley.

    Dikutip dari New York Times, pernyataan Milley menimbulkan kemarahan di Gedung Putih. Trump sendiri, baru-baru ini, menegur Militer AS karena ingin mengganti nama basis militer yang mengabadikan jenderal Konfederasi.

    ISTMAN MP | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.