Demo Anti-Rasialisme Pasca George Floyd Pojokkan Partai Republik

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell berbicara kepada awak  media saat berjalan ke kantornya, ketika Wali Kota Muriel Bowser menyatakan Keadaan Darurat virus Corona (COVID-19), di Capitol Hill di Washington, AS , 17 Maret 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell berbicara kepada awak media saat berjalan ke kantornya, ketika Wali Kota Muriel Bowser menyatakan Keadaan Darurat virus Corona (COVID-19), di Capitol Hill di Washington, AS , 17 Maret 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu yang makin dekat dan makin kuatnya gerakan anti-rasialisme membuat Partai Republik di Amerika terpojok. Mereka, yang selama ini menjadi anti-tesis dari Demokrat, sekarang harus menimbang kemungkinan mengambil sikap yang sama perihal penanganan rasialisme sistemik di Amerika.

    Situasi diperparah Presiden Amerika, Donald Trump. Ia berkali-kali mengeluarkan pernyataan yang malah memanaskan tensi demonstran anti-rasialisme. Alhasil, ruang gerak Republikan semakin terbatas. Mereka mulai mencari cara agar mampu menjaga dukungan menjelang Pilpres pada November nanti.

    "Kami mencoba bertindak sebaik mungkin. Namun, begitu jelas bahwa kami masih jauh dari garis finish. Saya rasa cara terbaik yang bisa kami ambil sekarang adalah mempercayakan hal ini pada yang berpengalaman," ujar senator Republikan, Mitch McConnell, sebagaimana dikutip dari New York Times, Rabu, 10 Juni 2020.

    Figur berpengalaman yang dimaksud oleh McConnell tersebut adalah Senator South Carolina, Tim Scott. Scott, yang merupakan warga kulit hitam, telah mendapat tugas untuk menyiapkan respon soal sikap apa yang perlu diambil Republikan soal masalah rasialisme sistemik di Amerika.

    Sebagai perbandingan, Demokrat telah menentukan sikap bahwa mereka akan mendukung penghapusan rasialisme sistemik di Amerika sekaligus reformasi Kepolisian. Regulasi yang mereka siapkan, salah satunya, tentang kemudahan melacak, memperkarakan, serta menghukum personil Kepolisian yang bertindak sewenag-wenang. Selain itu, Demokrat juga ingin membatasi pendekatan kekerasan yang bisa dilakukan Kepolisian. "Kami akan mengejar respon terbaik," ujar McConnell.

    Di Parlemen, Republikan dari Komisi Hukum juga sudah menyusun respon terhadap masalah kekerasan Kepolisian. Salah satunya adalah mengubah pelatihan, pertanggungjawaban, serta pelacakan personil Kepolisian yang melakukan kekerasan. Dikutip dari New York Times, beberapa proposal sudah dibawa ke Trump untuk mendapatkan dukungan dan masukan. 

    Kepala Staf Kepresidenan, Mark Meadows, membenarkan bahwa Trump sudah menerima beberapa proposal dan mendukung perubahan kebijakan sesegera mungkin. Namun. Meadows enggan mengungkapkan produk legislatif apa yang akan diprioritaskan.

    "Yang pasti, Pemerintahan Trump akan responsif terhadap masukan-masukan yang didapat dari Capitol Hill (senat dan parlemen)," ujar Meadows.

    Jika Republikan benar-benar mengambil pendekatan yang sama dengan Demokrat, maka hal ini akan menjadi peristiwa bersejarah. Beberapa tahun terakhir, Republikan selalu mengambil "Strategi Selatan" di mana menonjolkan ketegasan terhadap kriminalitas serta pelanggaran tata tertib.

    Dalam menggunakan Strategi Selatan, Partai Republik kerap menggunakan sentimen rasial sebagai contoh atau penegasan. Misalnya, ketika George Bush maju sebagai capres, ia menggunakan contoh kasus pemerkosaan oleh warga kulit hitam, Willie Horton, untuk menunjukkan pesaingnya, Michael Dukakis, tidak tegas dalam menertibkan warganya.

    ISTMAN MP | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.