Peneliti Harvard Temukan Kejanggalan Soal Covid-19 di Wuhan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengantre untuk melakukan tes asam nukleat setelah adanyan kasus baru virus corona atau COVID-19 di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 16 Mei 2020. Pemerintah Wuhan menargetkan untuk mengetes 11 juta orang dalam 10 hari. REUTERS/Aly Song

    Sejumlah warga mengantre untuk melakukan tes asam nukleat setelah adanyan kasus baru virus corona atau COVID-19 di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 16 Mei 2020. Pemerintah Wuhan menargetkan untuk mengetes 11 juta orang dalam 10 hari. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.COJenewa – Wabah virus Corona atau Covid-19 kemungkinan telah menyebar sejak akhir Agustus 2019 di Cina.

    Ini berdasarkan studi oleh Harvard Medical School dengan menganalisis sejumlah foto satelit mengenai lapangan parkir mobil di sejumlah rumah sakit di Wuhan.

    “Foto menunjukkan jumlah mobil lebih banyak di lima rumah sakit di Wuhan pada akhir musim panas dan masuk ke musim gugur 2019,” begitu dilansir CNN pada Selasa, 9 Juni 2020.

    Ini dibandingkan dengan suasana lokasi parkir di rumah sakit yang sama pada tahun lalu.

    Peneliti juga menemukan adanya peningkatan penggunaan kata kunci terkait penyakit menular di layanan mesin pencari Baidu di Cina.

    “Tim menemukan adanya peningkatan volume mulai Agustus 2019 dan memuncak pada Desember 2019,” begitu temuan dari tim yang dipimpin John Brownstein, yang merupakan kepala Rumah Sakit Anak Boston.

    Secara terpisah, organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan jumlah kasus baru harian infeksi virus Corona atau Covid-19 meningkat secara global pada Ahad, 7 Juni 2020.

    WHO memperingatkan semua pemerintah bahwa pandemi Covid-19 ini tampaknya bertambah parah.

    WHO juga mendesak negara-negara yang mengalami penurunan kasus baru virus Corona untuk tetap waspada.

    “Lebih dari 100 ribu kasus baru dilaporkan selama sembilan dari sepuluh hari terakhir,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, dalam briefing seperti dilansir News pada Selasa, 9 Juni 2020.

    “Kemarin ada 136 ribu kasus baru dilaporkan, terbanyak dalam sehari sejauh ini.”

    Sebanyak 75 persen kasus baru itu berasal dari sepuluh negara yaitu di Amerika dan Asia selatan.

    Baru-baru ini, WHO menyebut Amerika Latin menjadi episentrum baru wabah Covid-19 dengan Brasil sebagai negara terbanyak kasus penularan.

    Brasil menjadi negara kedua dengan jumlah kasus Covid-19 setelah Amerika Serikat yaitu lebih dari 670 ribu kasus.

    Pemerintah sayap kanan Brasil dituding sengaja menyembunyikan penghitungan jumlah korban dan menghapus situs pengumuman jumlah korban Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.