Agen Amerika Dieksekusi Terkait Pembunuhan Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto almarhum Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dibawa orang-orang merayakan peluncuran rudal Iran ke pangkalan militer koalisi pimpinan AS di Irak, di Teheran, Iran 8 Januari 2020. Salah satu pangkalan militer yang jadi sasaran serangan rudal Iran adalah pangkalan udara al-Asad, yang pada Desember 2018 dikunjungi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Nazanin Tabatabaee / WANA

    Foto almarhum Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dibawa orang-orang merayakan peluncuran rudal Iran ke pangkalan militer koalisi pimpinan AS di Irak, di Teheran, Iran 8 Januari 2020. Salah satu pangkalan militer yang jadi sasaran serangan rudal Iran adalah pangkalan udara al-Asad, yang pada Desember 2018 dikunjungi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Nazanin Tabatabaee / WANA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahn Iran mengumumkan bahwa mereka telah menghukum mati salah satu warganya yang terlibat operasi pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Adapun warga tersebut adalah Mahmoud Mousavi-Majd.

    "Mahmod Mousavi-Majd, yang merupakan mata-mata CIA dan Mossad, telah dihukum mati. Dia membocorkan lokasi martir, Qassem Soleimani, kepada musuh kita, ujar juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 9 Juni 2020.

    Sebagaimana diketahui, Soleimani tewas dalam serangan drone yang dilakukan Amerika di Baghdad, Irak pada Januari lalu. Kala itu, Soleimani adalah komandan dari pasukan elit Iran, Quds.

    Amerika mengklaim memiliki alasan kuat untuk menyerang Qassem Soleimani. Menurut mereka, Soleimani adalah dalang dari sejumlah serangan yang diarahkan kepada pasukan Amerika di Iran. Selain itu, Amerika juga menyebut Soleimani berencana menyerang lokasi Kedutaan Besar Amerika.

    Merespon serangan ke Soleimani, Iran membalasnya dengan menghajar basis militar Amerika di Irak, Ain al-Asad. Tidak ada tentara Amerika yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun beberapa mengalami cedera otak.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.