Berikan Keterangan Berbeda, WHO Bikin Bingung Pakar Soal Corona

Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menjalankan tatanan normal baru. Berikut ini perbandingan beberapa poin pedoman yang ditentukan WHO dengan kondisi di Indonesia.

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menimbulkan kebingungan di antara pakar medis soal pernyataannya terkait penyebaran virus Corona. WHO, pada Senin kemarin, menyatakan bahwa penyebaran virus Corona oleh pasien tanpa gejala cenderung jarang, bahkan langka.

Hal tersebut berbeda dengan pernyataan para pakar selama ini. Selama ini, para pakar epidemi dan medis selalu mengatakan bahwa ada banyak kasus di mana pasien tanpa gejala menyebarkan virus Corona. Dengan adanya pernyataan berbeda dari WHO, para pakar khawatir hal tersebut akan menimbulkan kebingungan dalam memahami virus Corona.

"Pernyataan WHO, secara fundamental, mengubah pemahaman kami soal penyebaran virus Corona dan responnya," ujar Ashish Jha, Direktur Harvard's Global Health Institute sebagaimana dikutip dari New York Times, Selasa, 9 Juni 2020.

Dalam pernyataan WHO yang menimbulkan kontroversi tersebut, mereka mengatakan bahwa penyebaran virus Corona oleh mereka yang tidak memiliki gejala tergolong langka. Dari kebanyakan kasus yang ada, menurut WHO, kebanyakan penyebabnya masih pasien dengan gejala.

WHO pun menegaskan bahwa mereka tidak asal klaim. Pernyataan tersebut, kata WHO, mengacu pada data pelacakan dari berbagai negara. Oleh karenanya, WHO menyarankan agar negara-negara lebih fokus mengendalikan penyebaran oleh mereka yang memiliki gejala Corona.

Menanggapi penjelasan WHO, Ashish Jha meminta WHO untuk segera memberikan penjelasan yang lebih detil. Penjelasan dengan dampak sebesar itu, kata Jha, tidak sepantasnya hanya disampaikan sekilas dalam jumpa pers berdurasi satu jam. Malah, kalau perlu, satu pertemuan khusus digelar.

"Pemahaman bahwa penyebaran disebabkan oleh pasien tanpa gejala adalah penyebab utama kenapa pengendalian virus Corona sangat sulit akhir-akhir inu. Jika ternyata tidak seperti itu faktanya, maka responnya akan berubah," ujar Jha.

Hal senada disampaikan oleh Avantika Singh, peneliti dari Boston Children Hospital yang khusus mendalami penularan oleh pasien tanpa gejala. Ia tertarik mendengar lebih banyak penjelasan WHO soal pernyataan terbaru mereka.

"Jika mengacu pada bukti (yang kami miliki), sangat menyakinkan bahwa penyebaran oleh pasien tanpa gejala maupun dengan gejala benar terjadi," ujar Singh.

Per berita ini ditulis, total jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia adalah 7,2 juta. Sementara itu, untuk mereka yang meninggal, ada 408 ribu jiwa.

ISTMAN MP | NEW YORK TIMES






Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

22 jam lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

1 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

2 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

2 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

2 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

3 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

4 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

4 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

5 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022