Joe Biden Tolak Pemangkasan Anggaran Kepolisian

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Joe Biden menolak wacana pemangkasan anggaran Kepolisian yang tengah ramai di Amerika sebagai respon atas kematian George Floyd. Senin kemarin, ia mengatakan bahwa pemangkasan anggaran bukanlah solusi atas masalah rasialisme sistemik di Kepolisian Amerika.

    "Tidak, saya tidak mendukung pemangkasan anggaran. Apa yang saya dukung adalah penganggaran berdasarkan pemenuhan standar kinerja yang mengacu pada sikap wajar serta terhormat," ujar Biden pada Senin kemarin, sebagaimana dikutip dari New York Times, Selasa, 9 Juni 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kematian George Floyd oleh personil Kepolisian Minneapolis memicu berbagai unjuk rasa di kota-kota Amerika. Salah satu agenda yang dibawa demonstran adalah perombakan Kepolisian Amerika. Mereka ingin ada reformasi dan pemangkasan anggaran Kepolisian secara dramatis. 

    Agenda tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin kota dan negara bagian. Dewan Kota Minneapolis, misalnya, sudah ancang-ancang membongkar Kepolisian dan melakukan reformasi besar-besaran. Walau begitu, tidak sedikit juga yang seperti Biden di mana merasa agenda itu terlalu berlebihan.

    Dalam keterangan persnya, Biden menambahkan bahwa dirinya memahami keresahan warga terhadap kinerja Kepolisian. Apalagi, setelah kasus pembunuhan George Floyd. Itulah kenapa, kata ia, dirinya mendukung adanya reformasi Kepolisian, bukan pemangkasan anggaran. Pemangkasan anggaran dianggap malah akan memperlemah Kepolisian.

    Juru bicara tim sukses Biden, Andrew Bates, menyatakan hal senada. Malah, ia menambahkan bahwa Biden mendukung reformasi sekaligus penambahan anggaran Kepolisian. Biden, kata Bates, menganggap penambahan anggaran penting untuk melakukan reformasi yang dibutuhkan, baik dalam hal penegakan hukum maupun pelayanan masyarakat.

    Sikap Biden sejalan dengan sikap Partai Demokrat secara keseluruhan. Di saat kebanyakan simpatisan mendorong langkah drastis seperti pembubaran dan pemangkasan anggaran Kepolisian, kubu Demokrat ingin pendekatan yang lebih seimbang.

    Di sisi lain, sikap Biden sedikit banyak sama dengan Presiden Amerika Donlad Trump. Rivalnya itu juga menolak pemangkasan anggaran. Walau begitu, Trump menolak reformasi Kepolisian dan membantah adanya rasialisme sistemik di sana.

    "Selama ini, Kepolisian sudah membantu kita untuk tetap aman. Ada kalanya kita melihat hal buruk seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Namun, bisa saya katakan bahwa 99,9 persen dari mereka adalah orang-orang baik," ujar Trump menegaskan sikapnya di Gedung Putih.

    ISTMAN MP | NEW YORK TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.