Respon Kasus George Floyd, Anggaran Kepolisian Dipangkas Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjukrasa berselisih dengan polisi anti huru hara saat menggelar aksi protes atas meninggalnya George Floyd oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat, di Istanbul, Turki, 2 Juni 2020. REUTERS/Umit Bektas

    Para pengunjukrasa berselisih dengan polisi anti huru hara saat menggelar aksi protes atas meninggalnya George Floyd oleh polisi Minneapolis, Amerika Serikat, di Istanbul, Turki, 2 Juni 2020. REUTERS/Umit Bektas

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus kematian George Floyd mendorong Pemerintah Negara Bagian Amerika untuk mengkaji cara kerja Kepolisiannya. Perkembangan terbaru, anggaran Kepolisian akan dipangkas, berikut dengan fungsi mereka.

    Salah satu kota atau negara bagian yang akan melakukannya adalah Minneapolis. Minneapolis, tempat kejadian perkara George Floyd, akan membongkar Kepolisiannya untuk melakukan perubahan dramatis. Perubahan tersebut baik dalam hal cara kerja, tugas pokok, dan anggaran.

    "Kami berkomitmen untuk membongkar Kepolisian kami dan menghadirkan keamanan publik yang baru bagi komunitas kami. Model keamanan publik yang benar-benar menjaga keamanan mereka," ujar Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 8 Juni 2020.

    Selain di Minneapolis, rencana serupa juga muncul di kota New York dan Los Angeles. Wali Kota New York, Mayor Bill de Blasio, mengatakan akan memangkas anggaran Kepolisian dan kemudian mengalihkannya ke program pelayanan masyarakat.

    Menurut de Blasio, jumlah personil dan tupoksi Kepolisian New York sudah terlalu besar. Dalam beberapa hal, bahkan sudah mirip militer. Oleh karenanya, perlu dirampingkan agar fungsinya lebih terfokus. Sebagai catatan, Kepolisian di New York juga menangani masalah adiksi, penyakit jiwa, dan tuna-wisma.

    "Saya akan mengalihkan sejumlah anggaran Kepolisian untuk program pelayanan masyarakat. Terutama, untuk pemuda dan komunitas kulit berwarna," ujar Bill de Blasio. 

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa yang banyak terjadi di Amerika saat ini adalah imbas dari kematian George Floyd. Floyd adalah warga kulit hitam di Minneapolis, Minnesota yang meninggal setelah kepolisian setempat menindih lehernya dengan lutut.

    Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa sudah berlangsung lebih dari sepekan. Beberapa di antaranya berujung kerusuhan dan penjarahan di mana warga bertarung dengan aparat keamanan.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.