Wartawan di India Meninggal karena Komplikasi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wartawan laki-laki yang bekerja untuk stasiun televisi Telugu meninggal karena tertular Covid-19 pada Minggu pagi, 7 Juni 2020. Wartawan yang identitasnya tidak dipublikasi tersebut berusia 33 tahun dan meninggal di Rumah Sakit Gandhi, Telangana, Hyderabad, India.

    Situs ndtv.com mewartakan reporter itu dipindahkan ke Rumah Sakit Gandhi pada 4 Juni 2020 setelah di rawat sebuah rumah sakit yang lain milik pemerintah karena hasil tesnya positif virus corona. Wartawan itu diketahui memiliki riwayat sakit pneumonia dengan gagal nafas tipe 1 dan saat dibawa ke rumah sakit dia juga mengalami Acute Respiratory Disease Syndrome (ARDS).

    Seorang pria berdiri di balik sepeda yang dijadikan barikade di Dharavi, India, 9 April 2020. Sejauh ini dilaporkan telah terdapat 71 kasus virus Corona di pemukiman kumuh Dharavi. REUTERS/Francis Mascarenhas  

    Dokter yang merawatnya mengatakan wartawan itu juga menderita penyakit neuromuskuler yang mengarah ke berbagai tingkat kelemahan otot rangka. 

    “Dia sudah berada di ICU dan diawasi oleh dokter hampir setiap jam. Saya sendiri juga mengunjunginya cukup sering. Namun pagi ini, dia mengalami sebuah serangan jantung. Dia dinyatakan meninggal pada pukul 9.37 pagi,” kata Juru bicara Rumah Sakit Gandhi, Rajo Rao, Minggu, 7 Juni 2020. 

    Dalam sepekan terakhir, setidaknya 13 wartawan di wilayah Telangana, India tertular virus corona. Ke-13 kuli tinta tersebut sekarang sedang menjalani perawatan. 

    Telangana adalah salah satu zona merah penyebaran Covid-19. Pada hari Minggu saja, di wilayah itu ada 150 kasus infeksi dan 14 pasien virus corona yang berakhir dengan kematian. Dengan begitu, total di negara bagian Hyderabad ada 3.650 kasus virus corona dan 137 orang meninggal karena virus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.