Iran Alami Gelombang Kedua Wabah Virus Corona, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Teheran - Pemerintah Iran melaporkan terjadinya gelombang kedua wabah virus Corona atau Covid-19 setelah melonggarkan aturan lockdown atau pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi.

    “Otoritas Iran melaporkan jumlah kasus baru 3.574 kasus pada Rabu,” begitu dilansir Daily Mail pada Jumat, 5 Juni 2020.

    Iran menjadi negara pertama di dunia yang melaporkan terjadinya gelombang kedua Covid-19.

    Jumlah kasus baru infeksi Covid-19 pada Rabu ini meningkat dari jumlah kasus terbanyak sebelumnya yaitu 3.186 kasus pada 30 Maret 2020.

    Pemerintah Iran mulai melakukan pelonggaran lockdown pada pertengahan April saat kasus baru Covid-19 berkurang.

    Lockdown ini mulai diterapkan pada Februari saat wabah Covid mulai menyebar ke sejumlah kota seperti Qom.

    Namun, kasus baru Covid-19 mulai bertambah lagi sejak awal Mei dan tercatat sebanyak 3 ribu kasus baru per hari berturut-turut pada pekan lalu.

    Jumlah kasus baru Covid-19 ini terjadi seiring pembukaan kembali fasilitas publik seperti gym dan kantor bisnis.

    Wabah virus Corona ini, seperti dilansir Reuters, menyebar di Kota Wuhan sejak Desember 2020.

    Infeksi virus Corona ini mengakibatkan penderita mengalami gangguan pernapasan. Mayoritas korban meninggal adalah mereka yang berusia lanjut dan mengalami komplikasi penyakit bawaan lain seperti diabetes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.