Cina Ajak Dunia Kerja Sama Kembangkan Vaksin Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Cina akan mengintensifkan kerja sama internasional dalam uji coba klinis vaksin virus corona atau Covid-19 dan akan membangun kerja sama dalam pengembangan vaksin.  

    “Mengembangkan sebuah vaksin masih menjadi sebuah strategi fundamental dalam upaya kami mengatasi gelombang baru virus corona,” kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Cina, Wang Zhigang, seperti dikutip dari reuters.com.

    Cina sedang berupaya besar-besaran dalam mengembangkan vaksin untuk mengatasi epidemik virus corona. Virus yang mematikan ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina pada akhir 2019. Ilmuwan Cina telah melakukan lima uji coba klinis berbeda pada manusia.

    Presiden Cina Xi Jinping pada bulan lalu berjanji beberapa vaksin yang sedang dikembangkan Cina akan menjadi sebuah kebaikan bagi masyarakat ketika siap digunakan. Cina akan memastikan akses pada vaksin tersebut dan harga yang terjangkau bagi negara-negara berkembang.

    Akan tetapi, Wang mengatakan pengembangan vaksin virus corona ini sungguh tidak mudah dan memakan waktu. Sulitnya pengembangan vaksin digambarkan oleh beberapa ilmuwan seperti mengembangkan tarian yang menggunakan beberapa langkah dan latihan berulang.

    Pemerintah Cina telah menggelontorkan dana untuk membiayai pasien virus corona di Cina total 1,35 miliar yuan atau Rp Rp 2,6 triliun sampai akhir Mei 2020. Presiden Xi Jinping pada bulan lalu berjanji mengucurkan dana bantuan US$ 2 miliar atau Rp 28 triliun dalam mengatasi wabah Covid-19, khususnya di negara-negara berkembang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.