Kementerian Kehakiman Amerika Menggugat Penjual Masker Palsu

Ilustrasi Masker. REUTERS/Kai Pfaffenbach/Illustration/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menggugat sebuah perusahaan pembuat masker asal Cina karena menjual hampir setengah juta masker N95 palsu dan di bawah standar kepada para konsumen di Amerika Serikat. Penjualan masker palsu itu terjadi pada April 2020 atau saat pandemik virus corona melanda Negeri Abang Sam tersebut.

Dalam sebuah gugatan yang dimasukkan ke pengadilan federal di Brooklyn, New York, Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengatakan perusahaan King Year Packaging and Printing yang bermarkas di Kota Guangdong, Cina, mengakui telah mengirimkan tiga kali masker N95 kepada sejumlah pembeli di Amerika Serikat. Masker itu diperlukan untuk melindungi tim medis dan tenaga kesehatan lainnya dari virus corona.

Ilustrasi sarung tangan dan masker (Pixabay.com)

King Year Packaging and Printing mengklaim sebanyak 495 .200 masker itu dikirim sudah sesuai standar N95, padahal tidak benar. Perusahaan itu juga dengan salah mengklaim mendapat sertifikasi dari US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Dalam gugatan yang diajukan kepada importir masker itu, mereka diminta membayar ganti rugi lebih dari US$ 1 juta atau Rp 14 miliar yang harus dibayar kepada perusahaan-perusahaan pembeli masker itu di Amerika.    

“Tuduhan yang dilayangkan dalam gugatan ini memperlihatkan sebuah pengabaian terang-terangan bagi standar keamanan warga Amerika,” kata anggota FBI, Douglas Korneski, yang menginvestigasi kesepakatan pembelian masker ini, seperti dikutip dari english.alarabiya.net.

Menurut Korneski, jika bukan karena timnya melakukan investigasi, pelaku mungkin telah menempatkan tenaga medis, pegawai rumah sakit dan para petugas di garda terdepan penanganan Covid-19 dalam bahaya karena peralatan yang salah demi uang.      

Perusahaan asal Cina itu dituntut dengan empat dakwaan yang diantaranya mengimpor barang yang salah dan produk kesehatan yang di bawah standar serta berbuat kesalahan pada Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat. Setiap tuntutan bisa terkena hukuman denda hingga US$ 500 ribu atau Rp Rp 7 miliar. Jumlah uang denda itu dua kali lipat dari penghasilan perusahaan tersebut dari menjual masker.






Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

23 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

1 hari lalu

Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

Deolipa Yumara sebut tidak ada gugatan yang tidak mengada-ada.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

1 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

1 hari lalu

Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi atau SIM Keliling di lima titik Jakarta, Rabu, 28 September 2022.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

2 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

3 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

4 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

7 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

7 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.