Greta Thunberg Mendukung Unjuk Rasa Kematian George Floyd

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Greta Thunberg dan Malala Yousafzai bertemu di Oxford, Inggris, pada Selasa, 25 Februari 2020. Sumber: Instagram/malala/asiaone.com

    Greta Thunberg dan Malala Yousafzai bertemu di Oxford, Inggris, pada Selasa, 25 Februari 2020. Sumber: Instagram/malala/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis muda untuk isu lingkungan hidup, Greta Thunberg, tidak ketinggalan memberika tanggapan soal unjuk rasa kematian George Floyd di Amerika. Menurut Thunberg, memperjuangkan keadilan ras sama pentingnya dengan memperjuangkan perlakuan yang lebih baik untuk lingkungan hidup.

    "Kita harus tetap bersatu dan mengingat bahwa pertarungan untuk keadilan sosial, lingkungan hidup, ras, maupun iklim adalah sama pentingnya," ujar Thunberg sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 6 Juni 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa yang banyak terjadi di Amerika saat ini adalah imbas dari kematian George Floyd. Floyd adalah warga kulit hitam di Minneapolis, Minnesota yang meninggal setelah kepolisian setempat menindih lehernya dengan lutut pekan lalu.

    Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa sudah berlangsung lebih dari sepekan. Berbagai figur publik terlibat di dalamnya, mulai dari artis, aktivis, hingga atlit. Greta Thunberg adalah satu dari sekian banyak figur publik yang memberikan dukungan terhadap unjuk rasa tersebut.

    Adapun Thunberg, selama ini, dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup. Lewat aksi mogok sekolahnya, yang rutin ia lakukan di Swedia, Thunberg mendesak adanya langkah-langkah drastis dari organisasi dan korporsasi dunia untuk mengurangi jejak karbon.

    Thunberg memberikan tanggapannya soal unjuk rasa George Floyd ketika mengkampanyekan penyaluran dana bantuan untuk masyarakat pribumi Brazil di hutan Amazon. Menurut Thunberg, Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, telah gagal menjalankan tugasnya untuk mengendalikan pandemi virus Corona.

    "Pemerintahan Bolsonaro telah gagal mengendalikan pandemi virus Corona seperti kebanyakan pemimpin negara lainnya," ujar Thunberg. 

    Pemerintah Brazil belum memberikan komentar atas pernyataan Greta Thunberg. Hingga berita ini ditulis, Brazil tercatat memiliki 618 ribu kasus dan 34 ribu kematian akibat virus Corona (COVID-19)

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.