Kasus Baru Corona Naik, Swedia Andalkan Social Distancing

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan berjalan di Bandara Internasional Arlanda yang terlihat sepi atas mewabahnya virus corona sehingga banyaknya penerbangan yang dibatalkan di Stockholm, Swedia, 12 Maret 2020. TT News Agency/ Fredrik Sandberg via REUTERS

    Karyawan berjalan di Bandara Internasional Arlanda yang terlihat sepi atas mewabahnya virus corona sehingga banyaknya penerbangan yang dibatalkan di Stockholm, Swedia, 12 Maret 2020. TT News Agency/ Fredrik Sandberg via REUTERS

    TEMPO.COStockholm – Pemerintah Swedia bakal melonggarkan kegiatan perjalan domestik mulai 13 Juni 2020 meskipun ada indikasi penularan virus Corona justru bertambah.

    Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven, mengatakan Swedia menekankan cara social distancing atau menjaga jarak antar masyarakat dan bukannya social lockdown atau melarang aktivitas sosial.

    Cara social distancing ini dinilai cukup ampuh untuk mencegah penyebaran virus Corona di negara dengan populasi sekitar 10 juta jiwa ini.

    “Keputusan ini tidak berarti bahaya telah berakhir. Ini juga tidak berarti aktivitas kehidupan kembali normal. Sejumlah pembatasan lain tetap berlaku,” kata Lofven seperti dilansir Reuters pada Kamis, 5 Juni 2020.

    Lofven mengatakan,”Jika kurva menunjukkan tren kemunculan penyakit ini lagi, maka akan ada sejumlah pembatasan baru.”

    Saat ini angka kematian dan pasien yang dirawat di layanan intensif rumah sakit atau intensive care unit terus menurun.

    Warga Swedia yang tidak memiliki gejala ketularan virus Corona bisa mengunjungi keluarga jauh mereka pada musim panas ini.

    Swedia selama ini masih membuka aktivitas sekolah, restoran, dan bisnis.

    Namun, pemerintah telah memerintahkan warga untuk tidak membuat perjalanan ke luar rumah yang tidak perlu.

    Menurut Kepala Epidemiologis, Anders Tegnell, warga Swedia jangan memperlonggar aturan social distancing.

    “Sayangnya, kita melihat ada kenaikan kasus baru infeksi virus Corona,” kata Tengnell.

    Tren gelombang kedua virus Corona ini muncul di kawasan barat Swedia dan mengenai kalangan muda.

    “Kasus infeksi yang mengenai orang berusia lanjut telah turun cukup tajam. Ini menunjukkan langkah pencegahan berjalan baik,” kata Tegnell.

    Dia menilai tren penurunan jumlah korban meninggal akan terus berlanjut. Namun, Swedia mencatat angka kematian tertinggi akibat virus Corona di Eropa. 

    Menurut dia, aturan social distancing seharusnya diterapkan di semua layanan transportasi publik.

    Masyarakat juga diminta terus mengikuti aturan pembatasan lainnya yang masih berlaku di manapun mereka berada.

    “Saat tiba di destinasi, Anda harus melakukan sama persis dengan saat di rumah yaitu social distancing tetap berlaku,” kata Tegnell.

    Saat ini, situs Johns Hopkins University melansir Swedia memiliki 41.883 kasus infeksi dengan 4.562 20 korban meninggal hingga Kamis pekan ini. Sebanyak 20 orang meninggal pada Kamis lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.