Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Trump Sebut Belum Berpikir Beri Sanksi ke Xi Jinping

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]
Iklan

TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dia tidak berencana mengenakan sanksi langsung kepada Presiden Cina, Xi Jinping.

Ini terkait penerapan undang-undang keamanan negara oleh Beijing atas Hong Kong, yang memicu protes AS dan warga Hong Kong.

Pada Jumat pekan lalu, Trump memerintahkan pejabatnya untuk memulai proses eliminasi semua perlakuan khusus AS untuk Hong Kong.

Ini dilakukan untuk menghukum Cina. Trump juga mengatakan akan mengenakan sanksi kepada individu yang bertanggung jawab mengganggu kebebasan di Hong Kong.

“Saya belum berpikir soal itu,” kata Trump dalam wawancara di Newsmax TV seperti dikutip Reuters pada Kamis, 4 Juni 2020.

Soal hubungannya dengan Xi Jinping, Trump mengatakan dia belum bicara lagi sejak beberapa waktu lalu.

Trump memuji kesepakatan dagang kedua ekonomi terbesar dunia ini, yang diteken pada Januari 2020.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Namun, Trump mengecam tindakan Beijing terkait merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19, yang bermula di Kota Wuhan, Cina.

Trump menuding Beijing sengaja bersikap tidak transparan dan menyimpan informasi soal buruknya wabah ini.

Soal ini, Beijing mengatakan telah bersikap terbuka dan menolak tudingan virus Corona itu berasal dari laboratorium di Kota Wuhan.

Channel News Asia juga melansir hubungan AS dan Cina cenderung menegang terkait rencana penjualan rudal anti-kapal perang Harpoon oleh Washington kepada Taiwan.

AS menilai Taiwan perlu meningkatkan modernisasi sistem pertahanannya untuk menghadapi kemungkinan gangguan militer Cina.

Ini terkait sikap pemerintah Taiwan yang menyebut negaranya sebagai negara merdeka. Namun, Beijing menilai Taiwan bagian dari wilayah kedaulatannya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anggota Senat Minta Amerika Serikat Terbitkan Larangan Melancong ke Cina

1 hari lalu

Senator AS Marco Rubio mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden Amerika Serikat. REUTERS/Joe Skipper
Anggota Senat Minta Amerika Serikat Terbitkan Larangan Melancong ke Cina

Waswas dengan dugaan wabah penyakit pernafasan di Cina, lima anggota Senat meminta Washington menerbitkan larangan melancong Cina.


Presiden AS Joe Biden Akan Batasi Suplai Baterai Kendaraan Listrik dari Cina

1 hari lalu

Video menampilkan baterai mobil konsep FFZero1 yang terletak pada bagian chassis dalam pameran CES di Las Vegas, 4 Januari 2016. Mobil ini dirancang oleh perusahaan mobil listrik yang berbasis di California dengan pendanaan dari Cina. REUTERS/Steve Marcus
Presiden AS Joe Biden Akan Batasi Suplai Baterai Kendaraan Listrik dari Cina

Presiden Amerika Serikat Joe Biden membuat aturan baru dalam membatasi penggunaan komponen baterai kendaraan listrik yang disuplai dari Cina.


Redmi K70E Baru Saja Dirilis di Cina, Kapan Masuk ke Indonesia?

1 hari lalu

Redmi K70 Pro (Redmi)
Redmi K70E Baru Saja Dirilis di Cina, Kapan Masuk ke Indonesia?

Redmi K70E disinyalir akan masuk pasar Indonesia dengan nama globalnya Poco X6 Pro.


Malaysia Evakuasi 121 Korban Penipuan Kerja dari Myanmar, Ada 1 WNI

2 hari lalu

WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Myanmar, awal April, 2023. Dokumentasi Keluarga
Malaysia Evakuasi 121 Korban Penipuan Kerja dari Myanmar, Ada 1 WNI

Seorang WNI termasuk dalam 121 orang korban job scam atau penipuan kerja yang dievakuasi Malaysia dari Myanmar.


Presiden Tsai Ing-wen Curiga Beijing Tak Serang Taiwan karena Kewalahan Urusan Domestik

2 hari lalu

Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. REUTERS/Ann Wang
Presiden Tsai Ing-wen Curiga Beijing Tak Serang Taiwan karena Kewalahan Urusan Domestik

Tsai Ing-wen menduga kalau Beijing sudah kewalahan dengan masalah-masalah dalam negerinya sehingga tak menyerang Taiwan


Gaet Turis dari 6 Negara Ini Cina Bebaskan Visa Masuk

2 hari lalu

Foto yang diabadikan pada 31 Oktober 2022 ini menunjukkan Tembok Besar Cina seksi Jinshanling di tengah kumpulan awan di wilayah Luanping, Provinsi Hebei, Cina utara. (Xinhua/Zhou Wanping)
Gaet Turis dari 6 Negara Ini Cina Bebaskan Visa Masuk

Cina mulai membuka kunjungan wisatawan pada bulan Desember 2022, setelah hampir dua tahun ditutup karena pandemi


Bahlil Gencar Promosi kan Hilirisasi Industri RI dan Investasi IKN di Cina

2 hari lalu

Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.
Bahlil Gencar Promosi kan Hilirisasi Industri RI dan Investasi IKN di Cina

Menteri Bahlil Lahadalia gencar mempromosikan peluang investasi di IKN Nusantara. Teranyar, ia bertandang ke Cina untuk kegiatan promosi itu.


Henry Kissinger dan Xi Jinping Sahabat Lama, Cina Sampaikan Belasungkawa ke Biden

3 hari lalu

Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger. REUTERS/Jason Lee
Henry Kissinger dan Xi Jinping Sahabat Lama, Cina Sampaikan Belasungkawa ke Biden

Henry Kissinger merupakan "teman lama" rakyat Cina, menurut Menteri Luar Negeri Cina.


Apple Gunakan Pemasok Cina untuk Produksi Massal Headset Vision Pro

3 hari lalu

Apple Vision Pro. Apple.com
Apple Gunakan Pemasok Cina untuk Produksi Massal Headset Vision Pro

Laporan mengungkap 60 persen komponen Apple Vision Pro akan bersumber dari pemasok Cina


3 Cara Menuju Macau, Bisa Langsung dari Jakarta

3 hari lalu

Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau terlihat dari Zhuhai, Cina, Senin, 22 Oktober 2018. Jembatan terpanjang di dunia ini dibuka untuk umum hari ini, Rabu, 24 Oktober 2018. REUTERS/Aly Song
3 Cara Menuju Macau, Bisa Langsung dari Jakarta

Wisatawan Indonesia bisa menggunakan pesawat, bus, atau kapal laut untuk menuju Macau.