Virus Corona di Arab Saudi Bertambah Jadi 89.011 Kasus

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengenakan masker saat mengikuti salat subuh berjemaah di Masjid Al-Rajhi setelah pengumuman pelonggaran lockdown tahap kedua di Riyadh, Arab Saudi, Ahad, 31 Mei 2020. Sejumlah masjid di Arab Saudi telah kembali dibuka untuk ibadah. REUTERS/Ahmed Yosri

    Seorang pria mengenakan masker saat mengikuti salat subuh berjemaah di Masjid Al-Rajhi setelah pengumuman pelonggaran lockdown tahap kedua di Riyadh, Arab Saudi, Ahad, 31 Mei 2020. Sejumlah masjid di Arab Saudi telah kembali dibuka untuk ibadah. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi mencatat ada kenaikan kasus virus corona dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.869 kasus. Dengan begitu, data Kementerian Kesehatan Arab Saudi pada Selasa, 2 Juni 2020, memperlihatkan total kasus virus corona di Arab Saudi sebanyak 89.011 kasus.

    Meski kasus baru virus corona naik, namun jumlah pasien yang sembuh dari virus mematikan ini dalam sepekan terakhir juga mengalami kenaikan. Tercatat ada 17.340 pasien virus corona sembuh dalam seminggu belakangan.

    Situs english.alarabiya.net mewartakan angka pasien yang meninggal karena virus corona dalam tujuh hari terakhir bertambah sebanyak 138 orang. Dengan demikian, total 549 pasien virus corona meninggal di Arab Saudi.

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed al-abd al-Ali, mengatakan ada 22.672 pasien virus corona yang dalam kondisi stabil. Sedangkan 1.264 pasien dalam keadaan kritis.

    “Ini cukup mengkhawatirkan ada kenaikan jumlah pasien virus corona dalam beberapa hari terakhir khususnya pada kalangan lansia dan mereka yang punya riwayat penyakit sebelumnya,” kata al-Ali.

    Menurut al-Ali, kenaikan jumlah pasien virus corona diyakini karena kurangnya komitmen dalam melakukan langkah-langkah pencegahan seperti social distancing atau jaga jarak fisik. Untuk itu, pihaknya mendesak masyarakat agar melakukan social distancing dan menggunakan masker Ketika di luar rumah.

    Arab Saudi pada akhir pekan lalu sudah memberlakukan hukuman denda pada mereka yang melanggar anjuran pemerintah itu. Mereka yang tidak menggunakan masker atau menolak dicek suhu tubuhnya saat masuk fasilitas umum, bisa kena denda sebesar seribu riyal atau Rp 3,7 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.