Hadapi Demonstrasi George Floyd, Trump Janji Usut Tuntas Kasusnya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara tentang negosiasi dengan perusahaan farmasi mengenai biaya insulin untuk manula AS di Medicare di sebuah acara di Rose Garden di Gedung Putih selama wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Washington, AS 26 Mei 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Presiden AS Donald Trump berbicara tentang negosiasi dengan perusahaan farmasi mengenai biaya insulin untuk manula AS di Medicare di sebuah acara di Rose Garden di Gedung Putih selama wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Washington, AS 26 Mei 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan soal unjuk rasa kematian George Floyd yang terjadi di seluruh penjuru Amerika. Trump menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk mendukung pengusutan kasus George Floyd hingga tuntas. Namun, kata ia, penjarahan dan kerusuhan yang terjadi menghalangi proses tersebut.

    "Semua warga Amerika memiliki hak untuk marah atas kematian George Floyd yang brutal. Kami berkomitmen untuk menegakkan keadilan atas kasus tersebut. Namun, kami tidak bisa membiarkan kerusuhan menenggelamkan unjuk rasa yang seharusnya berjalan damai," ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa, 2 Juni 2020.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa yang banyak terjadi di Amerika saat ini adalah imbas dari kematian George Floyd. Floyd adalah warga kulit hitam di Minneapolis, Minnesota yang meninggal setelah kepolisian setempat menindih lehernya dengan lutut beberapa hari lalu.

    Floyd, yang lehernya tertindih, meronta-ronta meminta tolong namun polisi tidak menggubris. Kepolisian setempat baru panik setelah mengetahui Floyd tak lagi bernafas di bawah mereka. Mereka yang terlibat di peristiwa tersebut telah dipecat dari Kepolisian Minneapolis. Khusus Derek Chauvin, yang menindih Floyd, telah diperkarakan secara hukum.

    Walau mereka yang terlibat telah diperkarakan, aksi tersebut memicu serangkaian unjuk rasa dan kerusuhan di berbagai tempat. Di beberapa negara bagian, pengunjuk rasa sampai bentrok dengan personil Kepolisian yang berujung baku hantam, pembakaran, dan aksi penjarahan. Hal tersebut yang dikecam oleh Trump.

    Trump melanjutkan bahwa kerusuhan dan penjarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Oleh karenanya, ia meminta kerusuhan yang terjadi untuk segera dihentikan. Sebab, jika terus dilanjutkan, ia khawatir warga tidak bersalah malah menjadi korban.

    "Saya adalah presiden yang taat hukum dan aturan, sahabat dari demonstran yang cinta damai. Namun, akhir-akhir ini, negara kita telah dipenuhi oleh anarkis, penjarah, pembakar, kriminal, perusuh, antifa (anti-fasisme), dan sebagainya," ujar Trump menegaskan.

    Trump merekomendasikan gubernur-gubernur negara bagian untuk menerjunkan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan. Tidak semua setuju dengan rekomendasinya.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.